Hujan Deras Picu Banjir di 3 Wilayah Sumut, Ribuan Warga Terdampak

14 hours ago 6

Medan, CNN Indonesia --

Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (7/9). Banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Deliserdang, Kota Medan, dan Kabupaten Langkat.

Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut. Namun, ribuan warga terdampak akibat air yang menggenangi permukiman dan sejumlah ruas jalan.

"Di Deliserdang, banjir terjadi di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa. Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sehingga air sungai Sei Putih naik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan air kemudian menggenangi jalan dan masuk ke permukiman warga dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter. Diperkirakan sebanyak 30 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

"Pemerintah Kabupaten Deliserdang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Punden Rejo dan mengusulkan pembuatan pintu klep agar air tidak masuk ke drainase," jelasnya.

Sementara itu, di Kota Medan, banjir merendam pemukiman warga di Kecamatan Medan Maimun. Total keseluruhan rumah yang terendam banjir sebanyak 482 unit, dan 817 KK atau 1.948 jiwa yang terdampak

"Rinciannya di Kelurahan Hamdan sebanyak 330 KK atau 548 Jiwa atau 127 unit rumah terendam; di Kelurahan Sei Mati sebanyak 327 KK atau 1050 jiwa atau 275 unit. Dan di Kelurahan Aur sebanyak 160 KK atau 350 jiwa atau 80 unit rumah," urainya.

Saat ini BPBD Provinsi Sumatera Utara telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Medan dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.

"Petugas juga melakukan pemantauan daerah rawan bencana banjir, berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat. Kami imbau masyarakat agar tetap siaga apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba," katanya.

Di sisi lain, wilayah Kabupaten Langkat terdampak banjir cukup luas. Total 2.678 KK yang tersebar di empat kecamatan terdampak banjir. Hujan deras yang terjadi terus menerus selama dua hari di hulu Sungai Batang Serangan mengakibatkan meningkatnya debit air sungai.

"Banjir terjadi mulai pukul 06.00 WIB tadi pagi. Empat kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Batang Serangan, Kecamatan Sawit Seberang, Kecamatan Padang Tualang dan Kecamatan Tanjung Pura," ucapnya.

Dia merinci di Kecamatan Batang Serangan Desa Sei Bamban diperkirakan terdampak 840 KK dengan ketinggian air 30 cm sampai dengan 1 meter. Kemudian di Kecamatan Sawit Seberang Desa Alur Gadung diperkirakan terdampak 630 KK dengan ketinggian air 30 sampai 60 cm.

"Lalu di Kecamatan Padang Tualang Desa Tebing Tanjung Selamat diperkirakan terdampak 728 KK dengan ketinggian air 30 cm sampai 70 cm. Sedangkan di Kecamatan Tanjung Pura Kelurahan Pekan Tanjung Pura diperkirakan terdampak 480 KK dengan ketinggian 30 sampai 70 cm," sebutnya.

Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi. Petugas saat ini masih memonitor perkembangan situasi langsung di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

"BPBD juga menyiapkan personel dan sejumlah sarana prasarana, termasuk perahu karet, mobil tangki air, serta perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi apabila kondisi memburuk. Kami juga imbau masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap evakuasi sewaktu-waktu," ujarnya.

Selain itu, Posko Pusdalops BPBD Sumut tetap beroperasi selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberikan dukungan tambahan apabila diperlukan.

"Saat ini ketinggian air masih bertahan. Kami melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Langkat dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak," kata dia.

(fnr/kid)

Read Entire Article
Sports | | | |