Kisah Korban KRL Maut Sempat Lompat Jendela, Gemetar Pulang Naik Ojol

5 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Umroh Suleha (50), penumpang selamat kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur mengaku sempat melompat dari jendela gerbong keenam untuk menyelamatkan diri.

"Saya kan pertama langsung saya loncat itu, saya lihat itu banyak yang pingsan kan. Aduh saya udah enggak kuat," ujar Umroh di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4).

Umroh menceritakan bahwa benturan kereta terjadi sangat kuat hingga membuat sejumlah penumpang di dekatnya terlempar dari pintu gerbong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di gerbong saya itu ada yang dari pintu itu mental, kencang banget. Saya langsung istighfar. Itu luka karena mental kan. Ada yang berdarah langsung," ujar Umroh.

Setelah kejadian, ia memutuskan langsung meninggalkan lokasi stasiun menggunakan ojek online menuju kediamannya di Cibitung karena kondisi fisiknya melemah.

"Saya mah berobat sendiri ke Puskesmas. Karena setelah itu kan saya langsung pulang kan. Itu karena badan saya gemetar, saya langsung pesan ojek online, saya pulang ke Cibitung," kata Umroh.

Keesokan harinya, Umroh mengeluhkan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Berdasarkan arahan dari pihak Puskesmas, ia berobat ke Rumah Sakit untuk memastikan kondisi sendinya melalui prosedur rontgen.

"Badan saya kok sakit bangun tidur tuh saya sakit banget. Enggak bisa digerakin, sakit. Tukang urut itu ngomong, 'Nggak usah diurut dulu, mendingan dirontgen, takutnya ntar kalau dipegang tukang urut takutnya memar'. Ini sekarang rontgen sendi gitu," jelasnya.

Meski tidak memerlukan prosedur rawat inap, insiden tersebut tetap meninggalkan rasa trauma bagi Umroh saat ia harus kembali mendatangi stasiun.

"Ya trauma sih ya, namanya trauma ya pasti ada lah sedikit lah. Tadi aja pas saya injak Stasiun Bekasi Timur itu tuh hati saya tuh langsung sedih. Ya Allah, kemarin gua posisi ada di sini nih, masih nangis," ujar Umroh.

Untuk mengatasi kecemasan saat terpaksa menaiki kereta kembali, ia mengaku memperbanyak zikir sepanjang perjalanan.

"Ya paling-paling ya saya banyak-banyak zikir aja di dalam. Biar tadi aja saya naik kereta itu aja, Ya Allah, gua udah naik kereta lagi ini," ujarnya.

Sebelumnya, Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Sebanyak 16 orang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

(kna/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |