Karhutla di Kalteng Meluas, 622 Hektare Lahan Terbakar

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum menunjukkan tanda mereda, bahkan terindikasi meluas.

Mengutip dari detikKalimantan, memasuki pertengahan Agustus 2026, ratusan titik panas masih terdeteksi dan ratusan hektare lahan telah terbakar. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan dan Rekapitulasi Kejadian Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, mencatat sebanyak 168 kejadian karhutla sepanjang Januari hingga 13 Agustus 2026.

Dari rangkaian kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 622,1 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terlebih aktivitas karhutla meningkat di tengah periode kemarau.

"Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan titik panas dan potensi kebakaran di sejumlah wilayah," ujar Samuel, Jumat (14/8).

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, sebanyak 379 titik panas terpantau di Kobar sepanjang 2026 hingga 13 Agustus. Bahkan, sebagian besar titik panas muncul dalam dua bulan terakhir.

Pada Agustus saja tercatat 252 titik panas, sementara Juli menyumbang 78 titik. Sisanya tersebar pada bulan-bulan sebelumnya.

"Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah yang paling banyak mendapat sorotan. Sepanjang tahun ini, wilayah tersebut tercatat memiliki 181 titik panas. Selain itu, titik panas juga ditemukan di Kecamatan Kumai dan Arut Utara," ujarnya.

Dari sisi kejadian, Arut Selatan juga berada di posisi teratas dengan 85 kasus karhutla. Kecamatan Kumai menyusul dengan 59 kejadian.

"Kondisi serupa terlihat dari luas lahan yang terbakar. Arut Selatan mencatat luasan terbesar, yakni sekitar 413,56 hektare. Sedangkan di Kumai, luas lahan yang terbakar mencapai 110,23 hektare," katanya.

Samuel menegaskan penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan setelah api membesar. Dia bilang, paling penting adalah deteksi dini untuk memutus potensi penyebaran api sebelum meluas.

"Kecepatan informasi dan respons di lapangan sangat menentukan. Karena itu laporan masyarakat sangat dibutuhkan ketika menemukan kemunculan api," katanya.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Adnan Santana mengatakan kondisi lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menjalar.

Kebakaran yang awalnya hanya berada di satu titik dapat berkembang dengan cepat apabila terlambat ditangani.

Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan di wilayah yang dianggap rawan. Setiap laporan kebakaran ditindaklanjuti untuk mencegah api meluas ke area yang lebih besar.

Adnan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Pada kondisi kering, api dapat dengan cepat merambat akibat tiupan angin dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

"Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan. Jangan melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca sedang kering," tegasnya.

Ratusan titik panas dan lebih dari 600 hektare lahan terbakar menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla di Kobar masih tinggi. Pemerintah daerah bersama tim gabungan pun terus memperkuat pemantauan dan respons di lapangan.

"Masyarakat diminta tidak menunggu api membesar. Jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, laporan sedini mungkin diharapkan dapat mempercepat langkah pemadaman," katanya.

(tim/kid)

placeholder

Read Entire Article
Sports | | | |