Kalah dari Hrgovic, Moses Itauma Masih Bisa Jadi Juara Dunia

6 hours ago 5

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju - Moses Itauma harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengalami kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. Petinju Inggris berusia 21 tahun itu dihentikan Filip Hrgovic pada ronde kesembilan dalam salah satu kejutan terbesar di kelas berat tahun ini.

Itauma sebenarnya tampil sangat dominan pada ronde ronde awal. Kecepatan, kombinasi pukulan, serta volume serangannya membuat Hrgovic kesulitan mengembangkan permainan.

Namun, gaya bertarung dengan intensitas tinggi tersebut mulai menjadi masalah ketika pertarungan memasuki ronde keenam. Itauma mulai terlihat kelelahan setelah untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya melewati lima ronde.

Meski masih mampu mendaratkan sejumlah pukulan keras, ketenangannya mulai menurun. Sebaliknya, Hrgovic yang memiliki pengalaman lebih banyak semakin percaya diri melihat lawannya mulai kehilangan tenaga.

Tekanan petinju Kroasia tersebut akhirnya membuahkan hasil pada ronde kesembilan. Hrgovic menghentikan Itauma dan sekaligus merebut gelar dunia IBF kelas berat yang diperebutkan dalam pertarungan tersebut.

Kekalahan itu membuat Itauma harus melupakan rencana menjadi juara dunia di usia 21 tahun. Sebelum pertarungan, Itauma digadang gadang sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di kelas berat dan berpeluang mencetak sejarah dengan merebut gelar dunia pada usia sangat muda.

Johnny Nelson menilai kegagalan tersebut bukan akhir dari perjalanan Itauma. Dalam podcast That Boxing Show with Johnny Nelson, mantan juara dunia kelas penjelajah itu justru menilai tantangan terbesar Itauma baru dimulai setelah kekalahan tersebut.

“Pekerjaan sebenarnya sekarang adalah bagaimana dia bangkit dari kekalahan ini. Bagaimana dia menghadapinya. Dia harus mampu memisahkan dirinya secara emosional dari semua pujian yang diterimanya sebelum kekalahan melawan Hrgovic dan semua kritik yang muncul sekarang,” ujar Nelson.

Menurut Nelson, Itauma juga harus mengevaluasi persiapannya secara menyeluruh. Pengalaman menghadapi Hrgovic menunjukkan bahwa kemampuan bertarung dalam jarak panjang dan menjaga energi akan menjadi aspek penting yang harus diperbaiki.

Moses Itauma kini perlu memahami apa saja yang kurang dalam persiapannya. Ia harus terbiasa bertarung lebih banyak ronde serta meningkatkan kemampuan mengatur tempo agar tidak kembali kehabisan tenaga ketika menghadapi lawan tangguh.

Meski demikian, Nelson tidak mengubah pandangannya mengenai potensi Itauma.

“Saya masih melihat anak muda ini sebagai petinju yang sangat berbakat dan berpotensi menjadi juara dunia. Harapannya memang dia bisa menjadi juara IBF pada usia 21 tahun, tetapi itu tidak terjadi. Apakah dia akhirnya akan menjadi juara dunia? Ya, saya yakin begitu, hanya saja belum sekarang,” tegas Nelson.

Itauma sendiri langsung menyatakan keinginannya untuk kembali menghadapi Hrgovic. Namun, peluang tersebut belum terbuka dalam waktu dekat.

Hrgovic diperkirakan akan menjalani pertahanan wajib gelar IBF melawan petinju Kuba, Frank Sanchez. Pertarungan tersebut diharapkan berlangsung dalam empat bulan ke depan.

Bagi Moses Itauma, kekalahan ini menjadi ujian terbesar dalam kariernya. Cara ia merespons hasil tersebut akan menentukan apakah dirinya mampu kembali ke jalur perebutan gelar dunia dan membuktikan bahwa status sebagai salah satu prospek terbaik kelas berat memang layak disandangnya.

Artikel Tag: ibf, heavyweight, filip hrgovic

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/kalah-dari-hrgovic-moses-itauma-masih-bisa-jadi-juara-dunia

Read Entire Article
Sports | | | |