Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Shakur Stevenson selama ini dikenal sebagai salah satu petinju dengan kemampuan teknik paling menonjol di generasinya. Kecepatan, pergerakan kaki, refleks, serta kemampuan bertahan membuat petinju kidal asal Amerika Serikat tersebut kerap disebut sebagai salah satu petinju terbaik secara pound for pound.
Stevenson semakin memperkuat reputasinya setelah tampil dominan saat menghadapi Teofimo Lopez pada Januari lalu. Kemenangan tersebut membuatnya menjadi juara dunia di empat divisi sekaligus.
Sebelum mencapai pencapaian tersebut, Stevenson juga sudah menunjukkan kualitasnya ketika menghadapi sejumlah lawan tangguh seperti William Zepeda dan Oscar Valdez.
Namun, performa tersebut ternyata belum cukup untuk membuat James Toney terkesan. Mantan juara dunia tiga divisi itu bahkan memberikan penilaian cukup keras terhadap gaya bertarung Stevenson.
Toney merupakan salah satu petinju teknis terbaik pada masanya. Ia dikenal memiliki kemampuan bertahan luar biasa, termasuk penggunaan teknik shoulder roll yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Sepanjang kariernya, Toney berhasil merebut gelar dunia di tiga divisi dan mencatat kemenangan atas sejumlah nama besar seperti Michael Nunn dan Mike McCallum. Ia kemudian menghadapi Roy Jones Jr pada 1994 dan kalah melalui keputusan mutlak.
Dalam wawancara dengan Fight Hub TV, Toney mengakui bahwa Stevenson memiliki kemampuan bertinju yang bagus. Namun, ia mempertanyakan apakah Shakur Stevenson mampu menggunakan shoulder roll dengan efektivitas seperti petinju petinju generasi lama.
“Saya suka Shakur, tetapi dia membosankan. Dia memiliki kemampuan bertinju yang bagus, tetapi saya tidak tahu apakah dia bisa menerapkan shoulder roll seperti yang dilakukan saya dan petinju petinju era lama,” ujar Toney.
Toney kemudian membandingkan Stevenson dengan Sugar Ray Robinson, salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju. Menurutnya, seorang petinju teknis tidak hanya dinilai dari kemampuan menghindari serangan, tetapi juga dari kemampuannya memberikan tekanan dan menghentikan lawan.
“Sugar Ray Robinson adalah seorang teknisi. Dia bertinju dan juga menghentikan lawan. Itulah bagaimana seseorang menjadi petinju teknis. Kamu tidak menjadi teknisi hanya dengan berlari mengelilingi ring,” lanjut Toney.
Ia kemudian meminta Stevenson membuktikan kemampuannya dalam pertarungan yang lebih besar.
“Dia petarung yang bagus, tetapi dia masih harus membuktikan dirinya. Berhenti banyak bicara dan hadapi pertarungan yang benar benar besar,” tegasnya.
Meski mendapat kritik dari Toney, rekam jejak Stevenson tetap sulit diabaikan. Ia belum pernah mengalami kekalahan dalam karier profesional dan telah merebut gelar dunia di empat divisi.
Karena itu, kritik Toney lebih banyak menyasar gaya bertarung Stevenson daripada hasil yang telah diraihnya. Bagi Shakur Stevenson, tantangan berikutnya adalah kembali menunjukkan bahwa kemampuan teknis dan defensifnya dapat menghasilkan kemenangan atas lawan lawan elite sekaligus menjawab keraguan mengenai gaya bertarungnya.
Artikel Tag: sugar ray robinson, shakur stevenson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/james-toney-bandingkan-shakur-stevenson-dengan-petinju-era-lama

6 hours ago
6

















































