Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta bagi Nurlaela, seorang guru di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur yang menjadi salah satu korban tabrakan kereta di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
BKN menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang menelan korban jiwa dan juga korban luka-luka itu.
"Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru hebat yang berpulang dalam tugas. Penghargaan tertinggi, kenaikan pangkat anumerta, dan hak keluarga telah diproses," tulis BKN lewat akun X @BKNgoid, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, PT Jasa Raharja juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini.
Setiap ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp50 juta dari Jasa Raharja serta tambahan santunan Rp40 juta melalui kerja sama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan Jasaraharja Putera.
Sementara untuk korban luka-luka, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan hingga maksimal Rp20 juta, ditambah jaminan dari Jasaraharja Putera hingga Rp30 juta.
"Kami memastikan seluruh hak korban dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," kata Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
Insiden tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam.
Terkini, korban jiwa pada insiden itu mencapai 16 orang serta 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
(mnf/dal)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
7
















































