Gibran Soal AI: Kuasai Teknologinya, Pegang Teguh Etikanya

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbicara soal pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI di Indonesia, etika dan kesiapan pemerintah membuat ekosistemnya. Dia menyebut AI bukan masa depan, tetapi hari ini.

Gibran mengatakan sekarang terjadi transformasi dari literasi baca tulis menjadi literasi digital. AI dikatakan berada di puncak transformasi itu. Dia mengajak masyarakat tak jadi penonton, tetapi menjadi pemain dan penguasa AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ucap Gibran dalam video yang diunggah di TikTok, Selasa (16/6).

Pelajar diminta memahami bahwa AI bukan alat yang membuat malas tetapi alat untuk mempercepat. AI bisa dipakai buat membantu belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing dan memahami rumus matematika dengan cara sederhana.

Gibran mengatakan gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir. Di tangan yang menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah kepastian.

Anak sulung Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo ini juga mengajak guru dan orang tua melek AI. Guru yang menguasai AI disebut akan memiliki 'kekuatan super' untuk mendidik lebih efektif.

AI bisa membantu sisi administratif guru, baik dalam membuat pertanyaan, menyajikan penjelasan yang lebih sederhana dan diminati murid.

"Serta memberikan contoh kasus yang membuat murid lebih bisa menyerap materi pembelajaran. Sehingga bapak ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan karakter murid-murid kita," ucap dia.

Gibran berpesan kepada orang tua harus bisa mendampingi anak. Jangan sampai anak terbang tinggi dengan teknologi, tapi orang tua tertinggal di bawah dan tidak tahu apa yang mereka akses.

Etika

Gibran juga menyoroti soal etika pemanfaatan AI, dia menyebut hal ini jauh lebih penting daripada teknis penguasaan AI.

"Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme atau melanggar privasi orang lain," ujarnya. 

"Saya ingin mengingatkan pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas. Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain. AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial," tutur Gibran yang terlihat memangku dan mengelus kucing sepanjang video.

Kemajuan teknologi disebut harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas masyarakat sebagai bangsa yang beradab.

Pemerintah Indonesia dikatakan telah berhasil menyelesaikan Readiness Assesment Methodology untuk AI yang disusun UNESCO. Gibran menjelaskan ini berfungsi sebagai alat diagnose, untuk menilai kesiapan dan tata kelola AI di Indonesia di masa datang sesuai pedoman etika.

"Tugas pemerintah adalah menyiapkan ekosistemnya dan tugas kita semua adalah mempersiapkan kapasitas diri kita masing-masing," katanya.

"Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas dan lebih bermartabat," lanjut Gibran.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |