Ligaolahraga.com -
Pertarungan yang paling ditunggu di kancah tinju Australia antara Nikita Tszyu dan Michael Zerafa justru berakhir antiklimaks pada Jumat (17/1) malam waktu setempat.
Duel sarat gengsi tersebut dinyatakan “no contest” hanya beberapa detik memasuki ronde ketiga, memicu kemarahan ribuan penonton yang memadati Brisbane Entertainment Centre, Boondall.
Laga ini awalnya dijanjikan sebagai perang 10 ronde.
Nikita Tszyu, bintang muda tak terkalahkan sekaligus putra legenda tinju Australia Kosta Tszyu, menghadapi Zerafa, petinju berpengalaman yang selama bertahun-tahun terlibat rivalitas panas dengan keluarga Tszyu.
Dua ronde awal pun berjalan intens, dengan kedua petinju saling menekan dan enggan mundur selangkah pun.
Kontroversi bermula di ronde kedua ketika terjadi benturan kepala yang tidak disengaja.
Insiden tersebut membuka luka di sekitar mata kiri Zerafa. Secara visual, luka itu tampak tidak terlalu parah dan masih bisa ditangani.
Namun, sesaat setelah ronde ketiga dimulai, wasit Chris Condon menghentikan laga untuk meminta dokter ringside memeriksa kondisi Zerafa.
Di hadapan dokter, Michael Zerafa berulang kali menyatakan bahwa pandangannya terganggu dan ia tidak dapat melihat dengan jelas.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dokter menyarankan laga dihentikan.
Karena luka disebabkan benturan kepala yang tidak disengaja dan pertarungan belum mencapai empat ronde, keputusan resmi yang diambil adalah no contest.
Keputusan ini langsung memicu reaksi keras. Sorakan cemooh menggema di seluruh arena, bahkan sejumlah penonton melemparkan benda ke arah ring sebagai bentuk kekecewaan.
Banyak pihak, termasuk Nikita Tszyu dan tim siaran televisi Australia, mempertanyakan keputusan Zerafa yang dinilai memilih berhenti di tengah tekanan.
“Saya tidak merasa lukanya separah itu,” ujar Nikita Tszyu. “Ini memalukan, tapi mau bagaimana lagi. Setidaknya kami sempat bertarung dua ronde.”
Michael Zerafa membela diri dengan menegaskan bahwa penghentian laga bukan keputusannya.
“Saya tidak menghentikannya, dokter yang menghentikan,” kata Zerafa. “Saya bilang penglihatan saya buram. Itu saja.”
Sesuai regulasi tinju, jika penglihatan petinju terganggu, wasit wajib menghentikan pertandingan atas rekomendasi dokter.
Namun, keputusan tersebut tidak meredakan amarah publik. Banyak yang menilai Zerafa memilih jalan aman dibanding melanjutkan pertarungan.
Kontroversi ini semakin memperuncing konflik lama antara Zerafa dan keluarga Tszyu yang telah berlangsung sejak 2021.
Tim Tszyu, kakak Nikita sekaligus mantan juara dunia, bahkan secara terbuka mengecam tindakan Zerafa dan menyebutnya tidak menunjukkan mental petarung sejati.
Promotor No Limit Boxing, George Rose, mengakui hasil ini sangat merugikan semua pihak.
Meski belum menutup peluang laga ulang, ia menegaskan bahwa no contest ini menjadi pukulan besar bagi promosi dan penggemar yang telah menanti duel penuh emosi tersebut.
Alih-alih menghasilkan pemenang, duel Nikita Tszyu vs Michael Zerafa justru meninggalkan tanda tanya besar, amarah penonton, dan kontroversi yang kemungkinan akan terus membayangi masa depan kedua petinju.
Artikel Tag: Nikita Tszyu, Michael Zerafa
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/duel-nikita-tszyu-vs-michael-zerafa-berakhir-no-contest-publik-murka

4 hours ago
2

















































