Bagi Jannik Sinner, Larangan Bertanding Yang Ia Terima Terasa Tak Adil

16 hours ago 4

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Jannik Sinner mengungkapkan bahwa ia harus menerima “kejahatan yang lebih kecil” berupa skorsing selama tiga bulan dalam wawancara pertamanya sejak larangan bertanding diterapkan.

Petenis peringkat 1 dunia saat ini tengah menjalani larangan bertanding selama tiga bulan setelah menyetujui penyelesaian dengan WADA musim ini. WADA mengajukan banding atas beratnya sanksi doping sang petenis dari ITIA yang diumumkan pada bulan Agustus 2024.

ITIA menyatakan bahwa petenis berkebangsaan Italia tidak bersalah setelah mendapatkan dua hasil tes positif menggunakan substansi terlarang, clostebol pada bulan Maret 2024 dan tidak menerima larangan bertanding setelah berhasil berargumen bahwa ia telah terkontaminasi oleh seseorang dari anggota timnya.

WADA mengkonfirmasi bandingnya pada bulan September 2024 dan mengajukan banding ke CAS pada April 2025. Jika CAS mendukung WADA maka petenis berkebangsaan Italia bisa saja menghadapi skorsing sampai dua musim, meskipun penyelesaian antara kedua belah pihak telah dikonfirmasi pada bulan Februari 2025.

Petenis peringkat 1 kini sudah menjalani skorsing selama dua bulan dan akan kembali berlaga di turnamen Masters 1000, Italian Open, Roma yang akan dimulai beberapa hari setelah hukuman tersebut berakhir pada 4 Mei mendatang.

Berbicara kepada Sky Sports Italia, petenis berusia 23 tahun menegaskan bahwa hukuman larangan bertanding masih terasa “tidak adil” dan “tidak sepenuhnya setuju” dengan keputusan tersebut.

“Pada akhirnya, anda harus memilih kejahatan yang lebih kecil dan saya yakin itulah yang telah saya lakukan,” ungkap Sinner. “Meskipun terkadang terasa agak tidak adil, semua yang saya jalani, tetapi jika melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda, hasilnya bisa jadi lebih buruk. Bahkan lebih tidak adil. Begitulah adanya.”

“Keputusan untuk menerima skorsing selama tiga bulan itu cukup berat. Kami menerimanya dengan cukup cepat, meskipun saya tidak sepenuhnya setuju. Ada sedikit perdebatan dengan pengacara saya dan orang-orang di sekitar saya. Setelah kami mengambil keputusan itu, butuh waktu lama bagi saya untuk menemukan jati diri saya lagi.”

Sinner menambahkan, “Saya sangat rapuh setelah apa yang terjadi. Saya akan berbohong jika saya mengatakan bahwa saya seseorang tanpa perasaan atau emosi. Dalam hidup anda belajar, setiap musim saya lebih banyak belajar tentang diri saya sendiri, juga tentang nilai saya. Itu tidak mudah, kadang-kadang sangat menyulitkan, tetapi orang-orang di sekitar saya memberi saya kekuatan untuk memahami apa yang terjadi.”

Reaksi di dunia tenis terhadap kasus petenis peringkat 1 dunia terpecah belah dengan reaksi yang sangat beragam mencuat di antara para petenis yang masih aktif di turnamen ATP. Meskipun ia kemungkinan akan menerima sambutan yang kuat saat kembali beraksi di Roma, tidak ada cara untuk menilai bagaimana rekan sesama petenis akan bereaksi terhadap kembalinya sang petenis. Ia sendiri mengakui bahwa ia tidak yakin tentang sambutan yang akan ia terima.

“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena saya tidak tahu apa yang bisa terjadi. Saya tahu bagaimana keadaannya, saya tahu saya tidak bersalah. Saya tenang karena pada akhirnya saya tahu bahwa hal yang ingin saya lakukan adalah bermain tenis dan bersikap tenang. Itu akhir ceritanya.”

“Jadi, saya yakin semuanya akan berjalan dengan baik, meskipun jika di awal akan membutuhkan waktu untuk memulainya kembali. Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang saya tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.”

Artikel Tag: Tenis, Jannik Sinner

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/bagi-jannik-sinner-larangan-bertanding-yang-ia-terima-terasa-tak-adil

Read Entire Article
Sports | | | |