Viral Warga Kecewa dan Injak Bantuan Gempa NTT, Pelaku Minta Maaf

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga korban gempa bumi yang ada di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menginjak-injak bantuan sembako yang diberikan pemerintah daerah.

Kejadian tersebut terlihat dari rekaman video yang viral beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat mi instan berserakan dan diinjak-injak hingga hancur.

Seseorang yang diduga sebagai perekam video mengatakan bahwa bantuan yang diberikan hanya berupa mi instan sebanyak tiga bungkus dan biskuit sebanyak satu bungkus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bantuannya berupa mi 3 bungkus, Malkist 1 bungkus bantuan oleh Pemda per hari ini. Ini bentuk bantuannya, yang lain sudah pada hancur," ujar pria yang ada di dalam video. 

Diketahui, bahwa warga korban gempa di NTT baru menerima bantuan dari Pemkab Manggarai Timur sebanyak dua kali sejak kejadian gempa yang melanda pada 15 Agustus silam.

Pada video berikutnya juga diketahui bahwa orang tersebut mengatakan bantuan dari Pemda sangat memalukan.

"Datang kembali bantuan dari Pemda Manggarai timur mi 3 bungkus, malkis 1 bungkus. Ini bantuannya sangat memalukan. Ini masyarakat ada injak-injak mi-nya. Ini bantuannya masyarakat sudah injak-injak," ujar pria tersebut dalam video.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Elar, Timotius G.R. Madung mengakui ada warga atau korban gempa yang tidak puas dengan bantuan pemerintah.

"Terkait video itu tempatnya di Posko Nanga Lok pas pembagian bantuan Pemerintah Daerah melalui Desa terus ke RT dibagikan ke warga-warga. Ada masyarakat yang tidak puas terhadap bantuan itu," ujar Timotius mengutip detikcom, Kamis (10/9).

Timotius mengakui bahwa bantuan yang diberikan memang tidak banyak, tetapi ia menegaskan bahwa bantuan akan terus disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak.

"Karena bantuan itu diperuntukkan bagi semua warga yang terdampak bukan berarti bantuan sampai di situ saja, tetap diupayakan supaya ada bantuan-bantuan lain, bertahap," tambahnya.

Lebih lanjut, Timotius berharap warga tidak perlu menginjak-injak bantuan tersebut apalagi tidak puas atau kecewa. Sebab, bantuan yang disalurkan melalui pemerintah berasal dari banyak pihak. Terlebih lagi, banyak warga terdampak yang masih membutuhkan.

"Saran saya kita terima saja bantuan itu, kalau menolak tidak perlu diperlakukan seperti itu. Bantuan ini kan disumbangkan dari orang-orang melalui pemerintah, susah payah juga, dan masih ada warga yang sangat membutuhkan terkait bantuan itu," jelas Timotius.

Adapun, ia juga membenarkan jika warga korban gempa di Desa Golo Lijun baru dua kali mendapat bantuan dari pemerintah. Timotius menjelaskan bahwa penyaluran bantuan yang baru dua kali disebabkan karena lokasi yang jauh dari ibu kota kecamatan.

Selain itu, kendala lainnya adalah tidak ada jaringan telepon untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Warga kecewa bantuan minim

Warga yang diketahui menginjak-injak bantuan dari pemerintah itu diketahui seorang pria bernama Saimin Sadang Syawal. Ia akhirnya meminta maaf atas videonya yang menginjak-injak bantuan tersebut viral.

"Saya Saimin Sadang Syawal mau memohon maaf kepada publik, lebih khusus kepada Pemda Manggarai Timur yang kemarin telah terjadi beberapa menit," ujar Saimin.

Ia menambahkan bahwa dirinya khilaf hingga menginjak-injak bantuan yang diberikan pemerintah. Ia juga mengaku kecewa terhadap minimnya jumlah bantuan yang disalurkan kepada masyarakat korban terdampak gempa di kampungnya yaitu Kampung Nanga Lok.

"Itu adalah sesuatu yang sangat khilaf bagi saya. Statement yang tanpa sadar yang saya buat karena memang itu bentuk kekecewaan kami, bentuk kekecewaan saya selaku masyarakat pascagempa bumi yang bantuannya sangat tidak memenuhi dengan kebutuhan kami pascagempa bumi yang telah terjadi," tutur Saimin.

Saimin mengaku akan menarik kembali perkataannya dalam video yang telah viral itu. Sebelumnya, Saimin membagikan video tersebut melalui WhatsApp (WA) dan Facebook hingga viral.

"Kemudian saya menarik dari apa yang per hari ini mulai kemarin yang saya viral melalui status WA ataupun Facebook kepada masyarakat Manggarai Timur, khususnya kepada Pemda yang telah menonton video saya itu," jelas Saimin.

Saimin kemudian menegaskan kembali bahwa dirinya betul-betul meminta maaf atas perbuatan yang ia lakukan.

"Atas nama masyarakat, atas nama pribadi, kembali saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan yang saya buat. Mungkin demikian yang perlu saya sampaikan," ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Golo Lijun Yovita Mbaju mengatakan tindakan Saimin akan diproses lebih lanjut kepada pihak kepolisian yang berwenang.

"Kemarin Kapolsek dan anggota datang bertemu oknum yang viral itu (Saimin). Namun, proses lanjutannya tidak tahu lagi," ungkap Yovita.

(knf/dal)

Read Entire Article
Sports | | | |