Momen Wawancara Sepak Bola Paling Canggung Sepanjang Masa

4 hours ago 6

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Inggris – Sepanjang sejarah sepak bola, ada banyak wawancara yang terasa canggung dan tidak nyaman untuk ditonton. Mayoritas wawancara biasanya berjalan sesuai prosedur standar dengan pertanyaan seputar pertandingan, tim, atau manajer. Namun, beberapa wawancara menjadi sorotan ketika muncul setelah insiden kontroversial atau pertandingan panas.

Beberapa jenis wawancara canggung bisa terjadi saat berita buruk disampaikan langsung, terjadi bentrokan panas antara manajer dan jurnalis, atau ketika narasumber menolak berbicara karena takut terkena sanksi. Contohnya, setelah kekalahan Manchester United dari Manchester City pada Derby Day, bek Lisandro Martínez memberikan wawancara yang dingin dan tegas, menyebutkan VAR, yang mengingatkan kita pada wawancara sepak bola paling canggung sepanjang masa.

Michael Olise, setelah mencetak dua gol dan menjadi pemain terbaik di Liga Champions 2026 melawan Bayern Munich, hampir tidak berkata sepatah kata pun saat diwawancarai. Ditanya tentang kemudahan mencetak gol dari jarak 25 yard, Olise hanya menjawab singkat: "Saya tidak tahu." Ketika ditekan lebih lanjut, ia menjelaskan, "Saya menembak dan kemudian… bola masuk, atau tidak masuk." Jawaban singkat ini menambah momen canggung tersebut.

Phil Neville mengalami momen tegang setelah Inter Miami kalah 3-1 dari Orlando City pada Mei 2023. Saat menjawab pertanyaan, seorang reporter menyela, dan Neville merespons dengan tegas: "Bisa saya selesaikan bicara, atau Anda akan menyela? Karena saya tidak menyela pertanyaan Anda, jadi jangan menyela jawaban saya. Tunjukkan sedikit rasa hormat." Setelah itu, Neville meminta maaf atas kata-katanya dan harus mengulang pertanyaan reporter karena kehilangan alur jawaban.

Geoff Shreeves memberi kabar buruk kepada Branislav Ivanovic bahwa ia akan absen di final Liga Champions setelah menerima kartu kuning saat Chelsea menahan imbang Barcelona di Camp Nou pada 2012. Meskipun kaget, Ivanovic tetap menjawab pertanyaan dengan tenang, sementara Shreeves kemudian mengungkapkan betapa tidak nyaman momen itu baginya.

Jose Mourinho menjadi contoh wawancara modern yang tidak membuahkan hasil. Ketika ditanya tentang keputusan wasit yang merugikan Chelsea, Mourinho hanya menjawab: "Saya lebih suka tidak berbicara. Jika saya berbicara, saya akan mendapat masalah besar," sembari tersenyum tipis.

Nigel Pearson, saat Leicester City terpuruk di dasar klasemen Liga Premier, menyatakan frustrasinya kepada seorang reporter dengan mengatakan, "Anda pasti seekor burung unta. Kepala Anda pasti tertanam di pasir." Meskipun demikian, Leicester berhasil bertahan di liga.

Louis van Gaal dalam konferensi persnya di Manchester United secara tidak sengaja menyebut tindakan Robert Huth terhadap Marouane Fellaini hanya bisa diterima "dalam seks masokis," membuat suasana konferensi pers menjadi kikuk.

Roy Keane, saat memimpin Ipswich Town, menghadapi momen canggung saat ponsel seorang jurnalis berdering di tengah konferensi pers. Keane dengan tegas menegur reporter tersebut, yang kemudian meminta maaf, menunjukkan siapa yang memegang kendali dalam ruangan itu.

Giovanni Trapattoni, pelatih Bayern Munich, memberikan monolog empat menit dalam bahasa Jerman yang patah pada tahun 1998, mengkritik pemainnya dengan kalimat yang menjadi terkenal: "Lemah seperti botol kosong."

Gennaro Gattuso dikenal dengan konferensi persnya yang khas dalam bahasa Inggris. Di Hajduk Split, ia merespons pertanyaan tentang Filip Krovinovic dengan cepat dan menambahkan pernyataan yang tidak dapat dicetak.

Unai Emery, saat ditanya oleh Sky Sports mengapa Emiliano Martínez tidak masuk skuad karena spekulasi transfer ke Manchester United, hanya menjawab dengan nama kiper cadangannya, "Marco Bizot," menjadikan wawancara tersebut momen yang canggung untuk disaksikan.

Artikel Tag: manchester city

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/momen-wawancara-sepak-bola-paling-canggung-sepanjang-masa

Read Entire Article
Sports | | | |