Ligaolahraga.com -
Berita Basket NBA
Danilo Gallinari mungkin sudah lama meninggalkan Los Angeles Clippers, tetapi dampak dari perpindahan enam tahun lalu itu masih membekas. Khususnya ketika kasus manipulasi salary cap Clippers dan Kawhi Leonard mencuat ke permukaan. Gallinari memandang bahwa hukuman NBA terhadap Kawhi terlalu ringan.
Setelah penyelidikan yang memakan waktu hampir satu tahun, NBA memutuskan bahwa Clippers melakukan pelanggaran terhadap aturan salary cap yang melibatkan Kawhi Leonard. Akibatnya, Clippers dan petingginya terkena denda serta skorsing, hingga kehilangan lima hak pilih putaran pertama NBA Draft.
Namun, Kawhi hanya mendapat sanksi ringan. Juara NBA dua kali itu dikenai denda sebesar 700 ribu Dolar AS, jumlah yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan pendapatannya. Tanpa skorsing, Kawhi tetap bisa melanjutkan kariernya dengan bermain untuk Toronto Raptors musim depan.
Hukuman terhadap Kawhi ini pun menuai sorotan. Salah satunya dari Gallinari, dalam siniar A Cresta Alta yang ia bawakan bersama saudaranya, Federico Gallinari. Dalam kesempatan itu, Danilo Gallinari mengungkapkan bahwa ia masih menyimpan "dendam" terhadap Kawhi karena alasan tertentu.
Gallinari merasa keputusan Clippers untuk mendatangkan Kawhi pada 2019 mengubah arah kariernya di NBA. Hal ini berkaitan dengan pertukarannya ke Oklahoma City Thunder.
“Dia mengubah arah karier saya dan menempatkan saya dalam situasi sulit dengan membuat saya pergi dari Los Angeles. Apa yang terjadi pada karier saya bukan ditentukan oleh manajer atau pemilik. Tetapi oleh seorang pemain yang merasa tim tidak cukup bagus dan ingin sesuatu yang lain,” ujar Gallinari.
Saat itu, Clippers mendatangkan Paul George dari Thunder sebagai bagian dari upaya memenuhi keinginan Kawhi bermain di Los Angeles. Gallinari menjadi bagian dari paket pertukaran bersama Shai Gilgeous-Alexander dan sejumlah aset draft.
Setelah transaksi George selesai, Kawhi bergabung dengan Clippers pada hari yang sama. Clippers memberikan kontrak tiga tahun senilai 103 juta Dolar AS untuk Kawhi. Kontrak ini kemudian menjadi masalah.
Jurnalis Pablo Torre mengungkap adanya kontrak "bawah meja" antara Kawhi dengan Clippers yang melibatkan perusahaan Aspiration. Laporan tersebut diungkap pada September 2025, memicu NBA untuk melakukan penyelidikan internal.
Lebih lanjut, Gallinari menilai Kawhi seharusnya menerima hukuman yang jauh lebih besar. “Dia seharusnya menyumbangkan uang itu untuk amal. Dia seharusnya membayar seluruh denda 50 juta Dolar AS. Bukan hanya 700 ribu Dolar AS.”
Meski pindah ke Thunder, karier Gallinari tidak sepenuhnya merosot. Justru, ia tampil produktif dan kemudian mendapat kontrak besar dengan Hawks. Bahkan, Shai berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dan meraih juara NBA serta MVP pada 2025. (rag)
Artikel Tag: kawhi leonard
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/danilo-gallinari-kecewa-hukuman-kawhi-leonard-terlalu-ringan

3 hours ago
5

















































