Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,53 triliun untuk belanja pegawai pada tahun anggaran 2027.
Anggaran tersebut mencakup gaji, tunjangan kinerja, serta uang kehormatan bagi pimpinan dan anggota KPU.
Sekretaris Jenderal KPU Suryadi mengatakan pada 2027, KPU mendapat pagu anggaran sebesar Rp4,68 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibagi berdasar jenis belanja, anggaran itu terdiri dari belanja operasional pegawai sebesar Rp2,53 triliun atau 54,05 persen.
Lalu belanja operasional kantor sebesar Rp722 miliar atau 15,43 persen. Sedangkan pagu anggaran pada belanja non-operasional sebesar Rp1,42 triliun atau 30,52 persen.
"Sebagai catatan pimpinan dan Bapak dan Ibu anggota, alokasi pada belanja anggaran non-operasional ini adalah alokasi anggaran tahapan Pemilu 2029 yang dialokasikan pada tahun anggaran 2027," kata Suryadi dalam rapat dengan Komisi II DPR RI, Senin (31/8).
Dalam paparannya, Suryadi menjelaskan anggaran Rp2,53 triliun yang merupakan belanja operasional pegawai digunakan membiayai belanja gaji, tunjangan kinerja dan kehormatan bagi ketua dan anggota KPU sebanyak 2.785 orang.
Lalu PNS sebanyak 7.890 orang, CPNS sebanyak 2.783 orang, dan PPPK sebanyak 6.846 orang.
Sementara anggaran Rp722 miliar digunakan untuk membiayai operasional layanan perkantoran di 553 satker yaitu berupa pemeliharaan gedung KPU yang terdiri dari 312 milik sendiri, kemudian 48 pinjam pakai, dan 193 masih menyewa.
Kemudian pemeliharaan gudang KPU yaitu sebanyak 284 milik KPU, 209 pinjam pakai, dan 60 gudang masih berstatus sewa.
Kemudian pemeliharaan kendaraan operasional, listrik, telepon, air, dan internet. Lalu honor pegawai non-ASN sebanyak 629 orang.
"Honorarium pengelolaan keuangan di 553 satker dan dukungan sarana prasarana IT kepemiluan dalam menguatkan sistem IT pemilu, pengembangan aplikasi IT pemilu yang dalam tahun 2027 masih tahapan kita perlu untuk mengembangkan dan menyiapkan untuk Silon, Sidalih, dan Sidapil untuk kesiapan tahapan di 2027," ujarnya.
(yoa/isn)

4 hours ago
5
















































