Jakarta, CNN Indonesia --
Petugas gabungan melakukan pencarian seorang ibu, Enok (43) yang diduga jatuh dan terseret arus saat lantai rumahnya jebol Desa Cilame, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/2).
Lubang besar terlihat menganga di lantai rumah yang jebol. Di bawahnya, terlihat aliran deras berwarna cokelat sungai Cijagra. Rumah itu memang berada di pinggiran sungai.
Peristiwa hilangnya Enok--diduga jatuh ke sungai saat lantai rumahnya ambrol--terjadi pada Senin (2/2) pukul 16.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari detikJabar, Rumah itu dibangun memanjang ke bawah hingga ke bibir sungai. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai; lantai atas difungsikan sebagai ruang tamu, kamar, sekaligus warung kecil, sementara lantai bawah berisi dapur dan kamar mandi.
Saat memasuki bagian dalam rumah, terdapat sebuah tangga menuju lantai bawah. Di sana, terlihat dua lubang besar yang menganga di bagian dapur dan kamar mandi.
Enok diduga jatuh terperosok saat lantai jebol ketika korban hendak ke kamar mandi.
Hingga hari ketiga pencairan pada Rabu lalu, petugas gabungan masih berupaya mencari keberadaan Enok.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet, menyisir titik awal di kawasan Cilame, Jembatan Murci Katapang, hingga ke Sungai Citarum.
"Pencarian hari ini menggunakan perahu dari Basarnas 1 dan 1 BPBD. Kita turun dari Jembatan Murci yang sekarang kita ada di sini sampai ke Cilame. Terus ke Sungai Citarum," ujar Komandan Tim Basarnas Bandung, Heru Kusdiantoro, kepada awak media, Rabu lalu.
Heru menjelaskan, tim juga dibagi ke dalam beberapa unit untuk menyisir aliran sungai yang mulai surut. Pola ini tetap dipertahankan sebagaimana prosedur pada hari-hari sebelumnya.
"Untuk regu lainnya menyusur area yang surut," kata Heru.
Tim SAR juga menerima informasi dari warga terkait dugaan penampakan korban yang melintas di area Curug (air terjun) di bagian hulu sungai. Laporan tersebut diperkuat dengan kesesuaian ciri-ciri fisik yang disampaikan saksi mata.
"Kemarin ada info warga melihat di daerah Curug. Menurut saksi, ciri-cisinya identik: berambut panjang, mengenakan celana jins, dan terlihat tanpa pakaian atasan," ungkapnya.
Kronologi ibu Enok jatuh ke sungai
Terpisah, putra sulung Enok, Fikri Kurniawan (19), mengatakan saat peristiwa itu terjadi sebetulnya ada beberapa orang di rumah. Namun, saat itu hujan deras sehingga diduga tak terdengar suara lantai ambrol.
Adapun Enok, katanya, saat itu hendak ke kamar mandi. Namun, kemudian tak kembali-kembali. Dan, ketika anggota keluarga mengecek ternyata lantai di depan kamar mandi itu sudah ambrol.
"Denger cerita dari adik saya, Nah adek-adek lagi pada di atas. Nah si mamah itu bilang, mau ke air (kamar mandi). Pas 15 menit, kata adek-adek saya, sudah tidak ada kabar, engga ke atas-atas lagi. Pas dicek ke bawah enggak ada siapa-siapa. Sudah masuk ke lubang," kata Fikri yang mengaku saat kejadian sedang bekerja di Soreang tersebut.
Saat kejadian, Fikri mengatakan terdapat lima anggota keluarga di dalam rumah tersebut. Posisi kamar mandi yang berada di lantai bawah memang bersentuhan langsung dengan aliran Sungai Cijagra.
"Iya deket sungai. Emang sebelumnya sudah retakan, bahkan lubang. Tapi sudah ditambal, cuma kemarin kayanya ke gerus lagi sungai. Mungkin pas di injek, amblas ke bawah," katanya.
Saat musibah terjadi, wilayah tersebut tengah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hal itu diduga memicu debit air Sungai Cijagra meningkat drastis hingga sempat meluap ke jalan.
"Enggak ada yang tahu. Enggak ada suara apa-apa. Mungkin kemarin suaranya ketutup sama suara sungai yang deras. Hujan deras juga kemarin. Jadi enggak ada yang tahu sampai di cek gitu," ucapnya.
Fikri mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar ibunya terbawa arus sungai. Ia pun segera membawa adik-adiknya untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
"Sementara saya sama adik-adik saya mengungsi ke rumah nenek," katanya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid/wis)

2 hours ago
2

















































