Sekda DKI Minta Dinas Seriusi Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto, meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) untuk menyeriusi fenomena spesies invasif, Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung.

Kehadiran spesies tersebut dinilai dapat merusak keseimbangan ekosistem sungai yang membelah wilayah Jakarta tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena tersebut menarik perhatian karena ikan sapu-sapu kerap mendominasi perairan tercemar, sehingga memicu kekhawatiran keamanan konsumsi bagi warga.

Uus mengatakan dugaan dominasi ikan sapu-sapu di aliran Kali Ciliwung memerlukan penanganan koordinasi lintas perangkat daerah (OPD) untuk menangani akar masalah limbah secara serius.

"Nanti bisa disampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Ikan sapu-sapu biasanya muncul di sungai yang bermasalah dengan limbah. Ini perlu ditindaklanjuti," ujar Uus, Rabu (4/2) dikutip dari laman informasi resmi Pemprov DKI, beritajakarta.

Uus juga menekankan pentingnya pengecekan langsung ke lapangan oleh KPKP guna memastikan ikan dari sungai tersebut aman untuk dikonsumsi. Sehingga, sambungnya, masyarakat Jakarta juga merasa aman.

"Nanti saya minta KPKP untuk mengecek langsung ke lapangan," ujar Uus.

Keterlibatan warga

Uus juga meminta jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI untuk menindaklanjuti keterlibatan warga yang selama ini membantu melakukan intervensi populasi ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung.

Sebelumnya, Dinas KPKP telah memperingatkan bahwa ikan sapu-sapu hasil tangkapan liar dari Kali Ciliwung tidak layak untuk dikonsumsi.

Hal tersebut disebabkan tingginya risiko akibat kontaminasi logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, serta bakteri E.coli, dan mikroplastik dari limbah industri.

Sejumlah ahli menilai ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi jika dibudidayakan secara terkontrol dan baik. Namun, tidak dengan ikan yang hidup di sungai tercemar yang tidak melalui pengawasan mutu dan keamanan pangan.

Akumulasi zat kimia berbahaya seperti mikroplastik hingga limbah industri dalam tubuh ikan berpotensi menimbulkan keracunan kronis dan gangguan kesehatan serius jika dikonsumsi secara rutin.

Beberapa waktu lalu, salah satu warga Jagakarsa Jakarta Selatan (Jaksel) yang juga dikenal sebagai 'tukang jagal ikan sapu-sapu Ciliwung', Arief, meyakini persoalan sapu-sapu tidak dapat diselesaikan dengan cara konvensional seperti yang dilakukannya, tetapi membutuhkan riset untuk mencari metode pengendalian yang paling efektif.

"Siapa tahu, namanya pemerintah, kan orang pintar banyak. Ilmuwan-ilmuwan mungkin bisa meneliti bagaimana metode yang paling ampuh buat membasmi atau mungkin misalnya dibikin mandul jantannya, atau enggak dibikin mungkin ada racun yang khusus," ujarnya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Di sela-sela kegiatan hariannya, Arief yang juga dikenal sebagai konten kreator lingkungan itu kerap terjun ke Kali Ciliwung untuk berburu ikan sapu-sapu dan memusnahkannya.

Arief terjun ke sungai sendiri, kadang bersama teman, dengan perlengkapan yang seadanya.

Arief juga berharap masyarakat untuk berhenti membuang sampah untuk menyelamatkan ekosistem dan menjaga kelestarian Kali Ciliwung.

Ia menyadari banyak persoalan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung membutuhkan anggaran besar, seperti pengelolaan limbah rumah tangga dan infrastruktur sanitasi, yang mengharuskan tindakan pemerintah.

Tapi, hanya 'jangan buang sampah ke kali' saja yang tak pakai duit untuk membantu dan menjaga kelestarian Kali Ciliwung.

"Banyak hal, banyak masalah di Kali Ciliwung yang penyelesaiannya butuh duit. Iya, cuma yang ada satu yang enggak butuh duit, jangan buang sampah. Itu kan enggak pakai duit," ujar Arief.

(kna/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |