Jakarta, CNN Indonesia --
Hujan es melanda tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Fenomena itu membuat rumah dan pekarangan warga memutih bak diselimuti salju.
Selain itu, hujan es itu berdampak potensi petani-petani di tiga distrik tersebut gagal panen.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wamena melaporkan peristiwa hujan es tersebut tepatnya terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 01.16 WIT. Ada tiga distrik yang terdampak kejadian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah yang terdampak di Distrik Kuyawage, Goa Balim (Gowaloem), dan Wano Barat," ujar Prakirawan BMKG Wamena, Gema Reksa Ramadhani, Rabu (19/8) dikutip dari detikSulsel.
Hujan es yang melanda tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya itu juga dilaporkan merusak tanaman warga. Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom mengatakan fenomena alam telah mengakibatkan petani gagal panen.
"Tanaman rusak, pertanian gagal panen," ungkap Aletinus dalam keterangannya, Rabu siang tadi.
Aletinus mengaku sudah membentuk Tim Tanggap Darurat yang dipimpin Asisten II Sekda Lanny Jaya untuk menangani persoalan tersebut. Meskipun demikian, Aletinus tak sungkan menyatakan pihaknya juga membutuhkan bantuan Pemprov Papua Pegunungan dan pemerintah pusat.
"Kami memerlukan dukungan penuh dari provinsi dan pusat. Tim harus bekerja cepat, tepat dan melaporkan hasilnya secara berjenjang," ujarnya.
Tim itu disebut telah bergerak ke Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem yang merupakan daerah terdampak. Aletinus mengatakan, hujan es kali ini sangat berbeda dari yang terjadi sebelumnya.
"Hujan es kali ini berbeda dari sebelumnya, bukan sekadar embun beku, tetapi menghancurkan tanaman hingga tidak bisa dipanen," kata Aletinus.
Dia bilang tim tanggap darurat saat ini tengah mengumpulkan data lengkap agar pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan penanggulangan bencana. Dia menilai bencana ini akan berdampak buruk terhadap ketahanan pangan masyarakat hingga satu tahun ke depan.
Aletinus menegaskan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin membantu masyarakat. Dia juga berkomitmen agar pemerintah hadir di tengah warga.
"Terima kasih kepada masyarakat yang telah melapor kejadian ini langsung kepada kami. pemerintah akan bergerak cepat. Tuhan akan membantu dan melindungi kita semua," jelas Aletinus.
Sebelumnya Gema dari BMKG menjelaskan a hujan es di Lanny Jaya dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang signifikan akibat interaksi faktor atmosfer regional dan lokal. Topografi pegunungan Lanny Jaya juga memicu tumbuhnya awan Cumulonimbus.
"Secara singkatnya kondisi atmosfer di Lanny Jaya saat itu mendukung adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus, yang menjadi penyebab utama terjadinya hujan es," tegasnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)

4 hours ago
3















































