BMKG Catat 3.055 Gempa Susulan di NTT, Pastikan Tak Ada Tsunami

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.055 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Senin (19/8) per pukul 17.00 WIB atau lima hari setelah gempa magnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Teuku Faisal Fathani mengatakan magnitudo gempa susulan tersebut bervariasi, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan terkecil hanya magnitudo 1,1.

"Jadi jumlah gempa susulan sampai dengan jam 17.00 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan dengan gempa susulan terbesar adalah 6,2 magnitudo dan yang terkecil 1,1 magnitudo," kata Faisal usai rapat di Komisi V DPR, Rabu (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, dari jumlah total gempa susulan tersebut, hanya 88 gempa yang dirasakan dampak atau guncangannya oleh masyarakat. Dia menyampaikan, NTT memerlukan waktu antara tiga hingga empat pekan untuk kembali normal.

"Jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan," katanya.

Peluruhan usai gempa merupakan proses penurunan frekuensi dan intensitas gempa bumi susulan (aftershocks) secara bertahap setelah terjadinya gempa bumi utama (mainshock).

Sementara, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto memastikan tak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utama. Untuk NTT, Wijayanto menyebut magnituo 7,7 hingga 7,8 merupakan magnitudo maksimal.

Sehingga, dia juga memastikan ke depan gempa susulan akan lebih kecil karena merupakan masa peluruhan.

"Jadi, seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju kestabilan lempeng itu sendiri. Jadi, kita pastikan bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada gempa susulan yang bisa mengakibatkan terjadinya tsunami," katanya.

(thr/dal)

placeholder

Read Entire Article
Sports | | | |