Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP: Dominasi mutlak Marc Marquez bersama Ducati di MotoGP 2025 bukan hanya soal kehebatan seorang juara. Bagi sang mantan manajernya, kondisi ini justru menyingkap bahwa menunjukkan ada yang salah dengan era MotoGP modern.
Marc Marquez menjalani musim MotoGP 2025 dengan cara yang nyaris sempurna. Bersama Ducati pabrikan, pebalap asal Spanyol itu tampil tak tersentuh dan mengamankan gelar juara dunia ketujuhnya dengan lima seri tersisa. Tidak ada pebalap lain yang benar benar mampu menantang dominasinya sepanjang musim.
Secara statistik, keunggulan Marquez sangat mencolok. Ia meraih 25 kemenangan dari total balapan Grand Prix dan sprint race, lalu mengakhiri musim dengan selisih 78 poin dari posisi kedua meski absen di empat seri terakhir akibat cedera. Angka tersebut menjadi penegas betapa jauhnya jarak antara Marquez dan rival rivalnya.
Yang paling mengejutkan justru datang dari dalam garasi Ducati sendiri. Francesco Bagnaia yang dalam empat musim sebelumnya selalu terlibat perebutan gelar, sama sekali gagal mendekati performa Marquez meski menggunakan motor dengan spesifikasi yang setara. Perbedaan hasil ini memunculkan pertanyaan besar tentang kondisi MotoGP saat ini.
Emilio Alzamora, mantan manajer Marc Marquez, menilai fenomena tersebut mencerminkan masalah mendasar di kelas utama MotoGP. Dalam wawancara dengan Diario AS, ia menegaskan bahwa faktor teknis kini memegang peran yang sangat dominan.
“Sekarang yang kita lihat adalah kombinasi antara pebalap, motor, dan terutama kerja tim teknis serta para insinyur,” ujar Alzamora kepada media.
“Itulah faktor paling penting di MotoGP saat ini. Marc memiliki kombinasi yang hampir tidak bisa dikalahkan.”
Menurut Alzamora, Ducati saat ini berada satu level di atas pabrikan lain. Baik motor pabrikan maupun tim satelit memiliki performa yang hampir setara, sementara rival rival seperti Yamaha dan Honda masih tertinggal cukup jauh. Namun ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sama sekali tidak mengurangi kehebatan Marquez sebagai pebalap.
Pandangan ini tercermin dari kasus Bagnaia dan Fabio Quartararo. Bagnaia kesulitan beradaptasi dengan karakter Ducati GP25 yang tidak sesuai dengan gaya balapnya. Sementara Quartararo mampu menunjukkan kecepatan luar biasa dalam satu lap, terbukti dengan lima pole position, tetapi tidak bisa mempertahankan posisi saat balapan karena keterbatasan motor Yamaha.
Quartararo hanya meraih satu podium sepanjang musim 2025, sebuah hasil yang jauh dari potensi sebenarnya. Situasi ini memperkuat anggapan bahwa di MotoGP modern, bakat pebalap saja tidak lagi cukup tanpa dukungan paket teknis yang kompetitif.
Dominasi Marc Marquez pun menjadi cermin ketimpangan MotoGP saat ini, di mana peran insinyur dan kualitas motor sering kali lebih menentukan daripada kemampuan individu pebalap di lintasan.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP 2025
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/dominasi-ducati-dan-marc-marquez-tunjukkan-kesenjangan-motogp-era-modern

5 hours ago
2

















































