Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP: Jorge Lorenzo angkat suara soal kritik tajam Fabio Quartararo terhadap motor baru Yamaha musim 2026. Legenda MotoGP itu menilai Quartararo terlalu berlebihan dalam mengkritik di depan umum dan tidak adil kepada tim yang sudah membayarnya mahal.
Awal musim MotoGP 2026 berjalan sulit bagi Monster Energy Yamaha MotoGP. Motor baru berkonfigurasi V4 belum menunjukkan performa kompetitif, dan para pembalap Yamaha terseok di seri pembuka Thailand.
Fabio Quartararo menjadi pembalap Yamaha terbaik di Buriram, tetapi hanya mampu finis ke-14. Rekan setimnya, Alex Rins, berada satu posisi di belakangnya.
Hasil ini memperpanjang frustrasi Quartararo, yang dalam beberapa bulan terakhir cukup vokal mengkritik proyek V4 Yamaha. Namun sikap tersebut justru membuat Jorge Lorenzo angkat bicara.
Dalam wawancara dengan GPOne, Lorenzo menilai kritik Quartararo terlalu berlebihan dan tidak pantas.
“Tidak mungkin mengubah filosofi 20 tahun dan langsung kompetitif,” kata Lorenzo, yang meraih tiga gelar MotoGP bersama Yamaha.
Ia menilai Yamaha memang harus berkorban dalam jangka pendek demi menjadi kuat dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Yang paling disorot Lorenzo adalah cara Quartararo menyampaikan kritiknya secara terbuka di hadapan media.
“Yang tidak saya suka adalah kritik yang terlalu keras dari para pembalap, terutama Fabio,” ujar Lorenzo. “Menurut saya tidak adil ketika dia dibayar jutaan euro, lalu berbicara buruk tentang motornya.”
Lorenzo menegaskan bahwa Yamaha berada di MotoGP bukan hanya untuk balapan, tetapi juga untuk menjual motor dan membangun citra merek.
“Jika Anda berbicara buruk tentang motor, Anda tidak sedang melakukan iklan yang baik untuk merek Anda,” tegasnya.
Komentar Jorge Lorenzo sejalan dengan pandangan pundit TNT Sports, Neil Hodgson, yang juga menyarankan Quartararo untuk lebih sabar dan bekerja sama dalam proses pengembangan.
Dengan gaji sekitar £10 juta per tahun, Quartararo termasuk pembalap dengan bayaran tertinggi di grid 2026, hanya kalah dari Marc Marquez.
Kini, tekanan semakin besar bagi Quartararo. Di satu sisi, ia ingin motor yang kompetitif. Di sisi lain, ia harus menjaga hubungan profesional dengan pabrikan yang telah memberinya gelar dunia 2021.
Musim masih panjang, tetapi perdebatan soal loyalitas, kritik, dan tanggung jawab pembalap terhadap tim tampaknya baru saja dimulai.
Artikel Tag: jorge lorenzo, yamaha, fabio quartararo
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/jorge-lorenzo-quartararo-sudah-dibayar-mahal-tapi-malah-hujat-yamaha

5 hours ago
2

















































