Surabaya, CNN Indonesia --
Demonstrasi yang digelar ribuan mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan kondusif. Mereka menyatakan akan menggelar aksi susulan apabila pemerintah tak kunjung melakukan perbaikan.
Para mahasiswa membubarkan diri setelah sempat ada sekelompok orang berpakaian hitam yang tak teridentifikasi, melakukan pembakaran sampah dan poster Presiden Prabowo Subianto di tengah massa aksi. Mereka juga meneriakkan kata "Revolusi! Revolusi! Revolusi," berulangkali.
Sesaat setelah itu, mahasiswa dari berbagai kampus memilih mundur dan berangsur membubarkan diri. Sementara massa berpakaian hitam sempat bertahan di depan Grahadi selama beberapa saat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair) M Rizqi Senja Virawan mengatakan aksi ini diikuti oleh sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur.
"Kami bersama kawan-kawan aliansi BEM Jawa Timur, ada dari teman-teman BEM SI Jatim dan kawan-kawan dari UPN Veteran Jawa Timur dan lain sebagainya," kata Rizqi.
Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat. Salah satunya terkait penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Kami di sini satu suara untuk menuntut dihentikannya Makan Bergizi Gratis. Dan menuntut dihentikannya program Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI yang dinilai membuka ruang bagi militerisme di ranah sipil.
"Kami juga menuntut untuk dicabutnya undang-undang Polri dan juga undang-undang TNI. Selain itu kami juga menolak adanya praktik militerisme di ranah sipil," katanya.
Ia menegaskan, aksi ini tidak ditujukan untuk meminta audiensi dengan pejabat tertentu. Menurutnya, pertemuan dengan pejabat selama ini dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi tuntutan mahasiswa.
"Kami merasa walaupun pejabat menemui, dia tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami setelah kami berjilid-jilid demonstrasi selama beberapa tahun terakhir," tuturnya.
Rizqi menjelaskan, tujuan utama aksi ini adalah memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat luas tentang kondisi sosial, politik dan ekonomi negara saat ini.
"Jadi goalsnya adalah kami mengedukasi dan juga memberikan penyadaran kepada masyarakat luas, bahwasanya negara hari ini sedang tidak baik-baik saja," katanya.
Ia juga memastikan akan ada aksi lanjutan yang dilakukan mahasiswa jika pemerintah tetap tidak melakukan perbaikan.
"Akan ada aksi lanjutan ketika pemerintah tidak pernah berbenah," ujarnya.
Lebih jauh, Rizqi menyampaikan pesan solidaritas kepada mahasiswa di berbagai daerah yang turut menggelar aksi serupa pada hari yang sama.
"Pesan solidaritas yang ingin kami sampaikan dari aliansi mahasiswa se-Jawa Timur bahwasanya pecahnya di setiap daerah itu merupakan pertanda bahwasanya mahasiswa hari ini masih peka, masih tetap kritis untuk mengawal kebijakan negara dan kekuasaan," katanya.
"Hari ini kami mahasiswa dan nanti akan mengajak seluruh masyarakat luas gitu ya, harus betul-betul memperhatikan bahwa negara sekarang diambil alih oleh kroni-kroni yang hanya mementingkan perut mereka sendiri," lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyuarakan sikap dengan caranya masing-masing.
Berikut 16 poin tuntutan lengkap BEM Unair:
1. Menuntut penguatan integritas dan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
2. Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat.
3. Menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.
4. Menghentikan budaya antikritik dan menjamin kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi.
5. Mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pejabat pemerintahan.
6. Mengusut tuntas kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
7. Menghentikan proyek-proyek ekstraktif yang merusak ruang hidup masyarakat serta memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan.
8. Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
9. Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
10. Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.
11. Mengembalikan independensi Bank Indonesia dengan mengutamakan kompetensi dan keahlian moneter dalam struktur kepemimpinannya.
12. Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil.
13. Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan.
14. Menuntut pemerataan akses dan fasilitas kesehatan serta pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
15. Menghentikan praktik eksploitasi buruh serta segala bentuk diskriminasi gender di dunia kerja.
16. Menghentikan segala bentuk represivitas terhadap pers dan menjamin kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
(frd/wis)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6












































