Camat di Bogor Klaim Tak Paksa Tukang Cukur Minta Maaf Terkait Bendera

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Camat Rancabungur, Kabupaten Bogor, Dita Aprilia membantah pihak kecamatan memaksa seorang tukang cukur untuk membuat video permintaan maaf setelah viral video teguran soal pemasangan bendera Merah Putih.

Ia mengatakan tukang cukur itu memang sempat datang ke kantor kecamatan pada malam hari. Kedatangannya didampingi oleh pihak RT dan RW setempat bukan untuk diminta membuat permintaan maaf, melainkan untuk mengklarifikasi persoalan agar tidak berlarut-larut.

Dita menyebut tukang cukur itu sebelumnya telah ditegur oleh pihak RT karena perkataannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak ada (pemaksaan) Saya tahu itu ditegur oleh RT, RW. Atinya jangan lah dengan ada bahasa tidak mau mengibarkan bendera, jangan ada bahasa belum merdeka, jangan seperti itu. Hanya sekedar itu saja untuk ininya untuk penyampaian dari Pak RT Pak RW-nya tuh hanya seperti itu saja," kata Dita saat dihubungi, Rabu (12/8).

Dita mengaku tidak bertemu dengan tukang cukur tersebut saat yang bersangkutan datang ke kantor kecamatan.

Ia juga mengaku tidak mengetahui proses pembuatan video permintaan maaf yang kemudian beredar di media sosial.

Menurut dia, video tersebut dibuat di ruangan Satpol PP Kecamatan Rancabungur tanpa sepengetahuan pihak kecamatan.

"Saya tanya Pak Kasi sama teman-teman ada yang mengintervensi? 'Nggak ada, Bu,' gitu. Justru video itu pun tanpa sepengetahuan kita," ujarnya.

Dita mengatakan pihak kecamatan juga tidak mengetahui bagaimana video tersebut kemudian tersebar.

"Ruangan Pol PP itu kan ruangan di depannya di pelayanan. Jadi saya juga tidak suka dengan caranya yang sudah menggunakan fasilitas kecamatan, jadi tanpa sepengetahuan Pak Kasi," katanya.

Kronologi

Dalam video beredar, awalnya terlihat Dita yang meminta tukang cukur itu untuk memasang bendera. Video kemudian memperlihatkan perekam yang bertanya dengan nada tinggi alasan si tukang cukur yang tidak memasang bendera.

"Alasan tidak masang bendera apa saya tanya. Abang ini kan udah merdeka. Abang disuruh pasang bendera sama Ibu Camat," kata perekam video.

"Kata siapa udah merdeka," jawab tukang cukur itu.

Perekam video terus mencecar tukang cukur soal alasan belum merdeka. Sementara tukang cukur terus beraktivitas memotong rambut pelanggan. Video lain memperlihatkan tukang cukur meminta maaf atas perkataannya. Ia meminta maaf sambil memegang bendera merah putih.

Dita mengatakan sosok yang menegur tukang cukur dalam video tersebut merupakan pegawai Kecamatan Rancabungur.

"Itu saya pastikan bahwa itu bukanlah pegawai Kecamatan Rancabungur. Tapi itu adalah ada teman media yang memang pada saat itu sedang membantu untuk mengimbau warga masyarakat. Bukan mau peliputan, hanya membantu menghimbau warga," kata Dita saat.

Dita menjelaskan, pihak kecamatan sejak awal Agustus telah membagikan bendera Merah Putih kepada warga yang dinilai membutuhkan. Sementara warga yang dianggap mampu hanya diberikan imbauan untuk memasang bendera secara mandiri.

Saat mendatangi tempat usaha tukang cukur pada Senin (10/8), ia merasa ada kata-kata dari tukang cukur yang kurang tepat.

"Ketika masuk. 'Tolong di iniin ya apa tolong dipasang benderanya,' gitu lah. Ada bahasa yang memang saya kurang pas di situ. Terus saya keluar, aduh karena saya lagi pusing lagi keliyengan saya nyari kursi," katanya.

"Terus si teman media itu karena mendengar itu akhirnya dia emosi. Saya juga kaget, kok jadi dia yang emosi gitu kan ya," imbuh Dita.

Ia kemudian meminta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rancabungur untuk masuk dan membantu menenangkan situasi.

"Makanya kan di potongan video terakhir di ujung itu ada bahasa Pak Sekcam masuk ya kan, ada Pak Sekcam. Nah itu saya minta tolong Pak Sekcam itu dilerai deh," katanya.

(yoa/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |