Anita Tanjung di Wisuda SMA Unggulan CT Arsa: Semua Anak Berhak Sukses

6 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, mengatakan semua anak berhak sukses melalui pendidikan yang berkualitas saat menghadiri wisuda 199 siswa SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo Angkatan VI pada Kamis (21/5).

"Meskipun kalian semua bukan anak pejabat, bukan anak konglomerat, banyak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, karena saya yakin bahwa apa pun latar belakangnya, semua anak itu berhak untuk sukses. Sekali lagi, semua anak itu berhak untuk sukses," ucap Anita dikutip dari detik.

SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo menggelar pelepasan lulusan angkatan VI. Prosesi wisuda dilakukan di Pendopo SMA Unggulan CT Arsa Desa Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo. Sebanyak 199 siswa dinyatakan lulus 100 persen, tiga siswa di antaranya sukses menembus perguruan tinggi di luar negeri (LN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan hanya jumlah yang membanggakan, tetapi 98% mereka diterima di perguruan top di Indonesia. Mereka diterima di ITB, UGM, Brawijaya, IPB, UI, dan lain sebagainya," ujar Anita.

Sampai saat ini, CT ARSA Foundation sudah meluluskan 2011 siswa-siswi yang berprestasi. SMA CT Arsa Deli Serdang sudah meluluskan 14 angkatan, dan di Sukoharjo sudah meluluskan 6 angkatan.

Anita memberikan pesan kepada 199 siswa lulusan angkatan VI SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo agar tidak hanya mengandalkan selembar ijazah.

Anita menceritakan pengalamannya bersama sang suami, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, saat berkunjung ke China untuk mempelajari perkembangan teknologi, khususnya di raksasa e-commerce Alibaba. Ia melihat sendiri bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga robotik mulai menggeser peran manusia.

"Teknologi di sana sudah merambah ke segala bidang dan tentunya berdampak ke pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia, sekarang sudah digantikan oleh teknologi. Baik itu untuk analisa, desain, hingga penulisan laporan," kata Anita.

Anita menekankan pentingnya beradaptasi dan terus belajar. Menurutnya, ijazah saja tidak akan cukup untuk menghadapi dunia luar yang berubah secepat kilat.

"Bunda mengingatkan kalian semua, kita tidak bisa mengandalkan dari ijazah saja. Kita akan tertinggal jauh kalau kita tidak mau belajar di zaman yang sangat berubah secepat kilat ini," ucapnya.

Anita optimistis anak didiknya mampu menjadi pemenang. Ia menilai teknologi tercanggih sekalipun tidak memiliki jiwa dan tempaan hidup seperti yang dimiliki oleh para siswa CT Arsa Foundation.

"Teknologi AI dan alat bantu itu bukanlah saingan yang harus ditakuti, tetapi kalian harus bisa beradaptasi. Kalian harus inovatif, kalian harus agile," tegas Anita.

Sementara itu, Kepala SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, Usdiyanto, mengatakan sebanyak 55 siswa lulusan keempat di antaranya bahkan sudah dinyatakan lolos di berbagai perguruan tinggi.

"Mereka yang sudah lolos melalui jalur undangan SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan berbagai perguruan tinggi kedinasan, maupun perguruan tinggi swasta terkemuka berbeasiswa penuh, sejumlah 55 siswa," kata Usdiyanto.

Usdiyanto merinci, tiga di antara lulusan tahun ini sukses menembus perguruan tinggi luar negeri. Mereka adalah Latifah Alya Ayunda yang diterima di 4 perguruan tinggi luar negeri, Nazriel Romi JC diterima 3 perguruan tinggi luar negeri, dan Muhammad Badar Agung yang diterima di Wageningen University, Belanda.

"Mereka masih menunggu LoA dari berbagai perguruan tinggi dan akan menyusul 7 kakak kelasnya yang sudah lebih dulu sukses kuliah di luar negeri," jelasnya.

Dalam laporannya, Usdiyanto mengatakan SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo merupakan sekolah berasrama yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum khusus asrama yang menitikberatkan pada karakter, kepemimpinan, dan toleransi.

"Seluruh siswa yang bersekolah di sini berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Madiun Raya yang mendapat beasiswa penuh dari Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung," terangnya.

"Mereka seluruhnya diberikan beasiswa penuh oleh Bapak Chairul Tanjung dan Ibunda Anita Ratnasari melalui CT Arsa Foundation. Mulai dari biaya asrama, makan, pakaian, kesehatan, seluruh laboratorium, lomba, hingga kemajuan di sekolah," sambungnya.

Usdiyanto menyebut, secara kualitas, sekolah ini menempati peringkat ke-4 di Provinsi Jawa Tengah dan berada di peringkat 68 nasional dari 23.000 SMA di Indonesia berdasarkan data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sejak berdiri pada 2018 hingga tahun 2026, sekolah ini telah meluluskan 6 angkatan dengan total 876 alumni.

Lengkapnya baca di sini.

(har)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sports | | | |