Yaxel Lendeborg Bermain Tidak Fit di Final NCAA 2026, Michigan Tetap Juara

4 hours ago 7

Ligaolahraga.com -

Forward Michigan, Yaxel Lendeborg, secara terbuka mengakui dirinya bermain dalam kondisi tidak fit saat tampil di final NCAA melawan UConn, Senin (6/4) malam.

Meski dilanda cedera, ia tetap memaksakan diri turun dan membantu timnya meraih kemenangan 69-63 sekaligus gelar juara nasional.

Lendeborg, yang merupakan pemain terbaik Big Ten musim ini, mengalami cedera ligamen lutut (MCL) dan pergelangan kaki kiri saat semifinal melawan Arizona.

Kondisi tersebut sempat membuatnya diragukan tampil di laga puncak, namun ia tetap dimainkan sebagai starter.

Dalam wawancara saat jeda pertandingan, Lendeborg secara jujur mengungkapkan kondisi fisiknya yang jauh dari ideal.

“Saya merasa sangat buruk, sangat lemah sekarang. Saya tidak bisa memasukkan tembakan,” ujarnya.

Performa Yaxel Lendeborg di babak pertama memang jauh dari biasanya.

Ia hanya mencetak empat poin dari lima percobaan tembakan selama 20 menit bermain, tanpa mencatatkan rebound maupun assist.

Bahkan, ia sendiri mengakui tampil “terlalu lembek” dan gagal memanfaatkan peluang yang biasanya bisa ia selesaikan.

Meski demikian, Michigan tetap mampu memimpin 33-29 saat turun minum.

Kontribusi pemain lain seperti Morez Johnson menjadi faktor penting dalam menjaga keunggulan tim di tengah keterbatasan Lendeborg.

Memasuki babak kedua, Lendeborg tampil dengan balutan pelindung pada kakinya. Walau belum sepenuhnya pulih, ia mulai menunjukkan peningkatan performa.

Beberapa aksi penting, termasuk blok krusial dan penyelesaian and-one, membantu Michigan menjaga keunggulan dari tekanan UConn.

Secara keseluruhan, Yaxel Lendeborg mencatatkan 13 poin, dua rebound, satu assist, dan satu blok dalam 36 menit bermain—terbanyak di antara seluruh pemain Michigan.

Ia memang tidak tampil dominan secara statistik, namun kehadirannya tetap memberi dampak besar, terutama di sisi pertahanan.

Perannya sangat terasa dalam meredam serangan UConn, yang hanya mampu mencatatkan akurasi rendah sepanjang laga, termasuk dari tembakan tiga angka.

Panjang dan fleksibilitas Lendeborg dalam bertahan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Michigan mengontrol permainan.

Meski bermain dalam kondisi cedera, Lendeborg menegaskan tekadnya untuk tetap berkontribusi di laga final.

Ia mengaku berusaha semaksimal mungkin untuk membantu tim, terlepas dari keterbatasan fisik yang dialami.

Keputusan tersebut terbukti krusial, karena Michigan akhirnya berhasil mengunci kemenangan dan meraih gelar nasional pertama sejak 1989.

Bagi Yaxel Lendeborg, performa di final mungkin bukan yang terbaik secara individu, namun kontribusinya tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan tim.

Artikel Tag: ncaa, yaxel lendeborg

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/yaxel-lendeborg-bermain-tidak-fit-di-final-ncaa-2026-michigan-tetap-juara

Read Entire Article
Sports | | | |