Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP: Performa Yamaha di MotoGP Thailand memunculkan kekhawatiran serius terhadap kesiapan mereka menghadapi musim 2026. Hasil di Sirkuit Buriram menunjukkan bahwa proyek mesin V4 yang diharapkan mengangkat kembali daya saing pabrikan Jepang itu masih jauh dari kata ideal.
Sejak merebut gelar dunia 2021 bersama Fabio Quartararo, performa mereka terus menurun. Motor M1 generasi terbaru belum mampu menunjukkan peningkatan signifikan. Data akhir pekan di Thailand memperlihatkan motor tersebut menjadi yang paling lambat di speed trap, mengalami masalah grip belakang, serta kehilangan kelincahan dibanding generasi sebelumnya.
Quartararo menjadi pembalap Yamaha terbaik di kualifikasi, namun hanya mampu menempati posisi ke 16. Dalam balapan utama, ia finis ke 14 dan tertinggal lebih dari 30 detik dari pemenang lomba, Marco Bezzecchi, yang tampil impresif bersama Aprilia.
Rata rata waktu putaran juga menunjukkan jurang performa yang cukup lebar. Quartararo mencatatkan pace lebih dari satu detik lebih lambat per lap dibanding pemimpin balapan di salah satu sirkuit terpendek dalam kalender MotoGP.
Situasi ini semakin diperparah oleh keputusan pabrikan berlogo garpu tala membatalkan sesi media pembalap usai balapan. Langkah tersebut tergolong tidak lazim dan memicu spekulasi adanya tekanan internal. Sebagai gantinya, manajemen menugaskan pimpinan tim untuk memberikan penjelasan.
Bos Yamaha, Paolo Pavesio, mengakui jarak performa yang memisahkan timnya dari para rival masih sangat besar. Ia menyebut pihaknya sedang menghadapi tantangan berat dan tidak ada solusi instan untuk membalikkan keadaan.
Di sisi lain, para pembalap juga mengisyaratkan kebingungan arah pengembangan. Quartararo sebelumnya menyebut belum ada kepastian soal pembaruan mesin hingga beberapa seri ke depan. Rekannya, Alex Rins, juga sempat menunjukkan ketidakpuasan dalam sesi uji coba pramusim.
Empat motor Yamaha finis di posisi 14, 15, 17, dan 18 di Buriram, menjadikannya salah satu start terburuk dalam era modern MotoGP. Bagi banyak pengamat, kondisi ini menunjukkan bahwa Yamaha mungkin harus menjalani fase pembangunan ulang jangka panjang sebelum kembali bersaing di papan atas.
Dengan regulasi baru 2027 di depan mata dan spekulasi perpindahan pembalap yang terus berkembang, tekanan terhadap mereka semakin besar. Jika tidak segera menemukan arah pengembangan yang jelas, musim 2026 bisa menjadi periode transisi yang lebih berat dari perkiraan awal.
Artikel Tag: yamaha, jack miller, alex rins, pramac racing, motogp thailand, fabio quartararo, toprak razgatlioglu, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/yamaha-terpuruk-di-buriram-sinyal-bahaya-di-motogp-2026

3 hours ago
1

















































