Wamendagri Tekankan Kolaborasi dan Keterbukaan Data untuk Lawan TBC

7 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan keterbukaan data dalam menangani tuberkulosis (TBC) di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan keterlibatan aktif kader kesehatan menjadi modal utama untuk mempercepat penanganan penyakit tersebut.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4). Ia menjelaskan bahwa penanganan TBC merupakan fokus utama pemerintah pusat yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun ke depan.

"Bapak Presiden memberikan atensi khusus... tiga tahun ini harus sudah tuntas," ujar Wiyagus dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan bahwa target tersebut memerlukan pendekatan lapangan yang aktif melalui deteksi dini terhadap masyarakat yang berisiko terpapar.

Wiyagus menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menunjukkan kesiapan yang baik dalam menjalankan program penanganan TBC. Namun, ia mengingatkan agar transparansi data tetap dijaga agar pemerintah pusat maupun daerah dapat menentukan langkah intervensi yang akurat.

"Tidak usah takut untuk memaparkan data yang sesungguhnya... tidak perlu ada data yang disembunyikan," tegasnya.
Ia menambahkan, transparansi sangat krusial untuk memetakan sebaran kasus secara riil tanpa ada informasi yang sengaja ditutupi oleh birokrasi.

Wiyagus juga meminta pemerintah daerah tidak bekerja secara parsial dan harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Langkah proaktif sangat dibutuhkan dengan menjangkau langsung warga ke pemukiman daripada sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

"Kita proaktif, bukan hanya menunggu, ya, di Puskesmas, bukan hanya menunggu di rumah sakit, ... di sini pentingnya kolaborasi," imbuh dia.

Pola kerja yang menjemput bola diharapkan dapat mempercepat pemutusan rantai penularan di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Wiyagus menambahkan bahwa penyelesaian masalah TBC berkaitan erat dengan produktivitas masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.

Keberhasilan penanganan ini merupakan bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Di samping aspek medis, ia juga mengajak semua pihak untuk mulai menghilangkan stigma negatif terhadap penderita TBC di tengah masyarakat. Penyakit ini ditegaskan sebagai kondisi medis yang dapat disembuhkan secara total melalui pengobatan yang tepat dan rutin.

"Tuberkulosis ini bukan aib bagi kita. Ini bisa diobati," pungkas Wiyagus.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |