Jakarta, CNN Indonesia --
Pakuwon Group selaku pengelola sejumlah mal di Surabaya, Jawa Timur, memutuskan memendekkan pagar di mal-mal miliknya yakni Tunjungan Plaza (TP) dan Pakuwon Mall.
Langkah ini diambil menyusul imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang meminta pengelola mal tidak meninggikan pagar demi menjaga estetika kota dan tak menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menyatakan pihaknya melakukan langkah itu untuk mengikuti arahan Eri Cahyadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan rapikan, sesuai imbauan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk menjaga estetika kota," kata Sutandi, saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).
Menurut Sutandi, penataan ulang pagar difokuskan pada dua lokasi yakni di Mal Tunjungan Plaza (TP) dan Pakuwon Mall Surabaya.
Pasalnya tinggi pagar di kedua mal itu dinilai mengganggu tampilan bangunan utama.
"Yang kita rapikan atau dipendekkan di TP sama Pakuwon Barat. Karena secara estetika menutup gedung utama di dua lokasi itu," ucapnya.
Sutandi menjelaskan, proses pemendekan pagar dilakukan dengan cara membongkar pagar yang sudah terpasang lebih dulu, lalu memotongnya hingga lebih rendah, kemudian memasangnya kembali.
"Jadi dipendekkan, dipotong lebih pendek. Kita lepas dulu, kemudian dipendekkan, baru dipasang lagi," ujar dia.
Ia menegaskan langkah tersebut semata-mata untuk menjaga citra dan keindahan Kota Surabaya, bukan karena alasan lain.
"Pesannya untuk menjaga estetika Kota Surabaya," tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelola mal di Kota Pahlawan tidak meninggikan pagarnya. Menurutnya Surabaya adalah kota yang aman dan masyarakat tak perlu khawatir.
Eri mengaku ia telah bertemu dengan sejumlah pengelola mal. Di pertemuan itu, ia menyarankan agar para pengelola tak perlu melakukan hal itu. Sebab, menurutnya pagar yang tinggi hanya akan merusak estetika bangunan mal.
"Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan, yang saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman," kata Eri, Rabu (5/8) kemarin.
Awal Juli 2026 lalu, sejumlah mal di bawah Pakuwon Group di Surabaya mendadak melakukan pemasangan pagar tinggi dan runcing, mengelilingi areanya.
Hal itu kemudian memicu perbincangan publik Surabaya di media sosial. Banyak warganet mengaitkan hal itu merupakan antisipasi isu lesunya ekonomi. Namun pengelola dengan tegas membantahnya.
Setidaknya mal-mal milik Pakuwon Group yang mulai membangun pagar di sekeliling areanya ialah Pakuwon Mall di Surabaya Barat, Royal Plaza di Surabaya Selatan, Pakuwon City Mall di Surabaya Timur dan Tunjungan Plaza di Surabaya Pusat.
(frd/kid)

8 hours ago
5
















































