Update Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel, Siswa PJJ Sementara

4 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus temuan ratusan senjata api dan soft gun di salah satu ruang Yayasan Sekolah Harapan Ibu di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tengah pekan lalu masih menyisakan tanda tanya pada awal pekan ini.

Kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki temuan tersebut. Mulai dari tujuan senjata tersebut diimpor hingga soal prosedur penyimpanan senjata tersebut.

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah fakta terbaru terkait temuan ratusan senjata tersebut, sebagai berikut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantah sengketa yayasan

Kuasa hukum yayasan sekolah, Alvon Kurnia Palma membantah soal klaim ada sengketa kepemilikan yayasan tersebut. Dia juga membantah ada konflik kepentingan di antara para pendiri yayasan.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan Alhadid Endar Putra selaku kuasa hukum dari IWD yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah tersebut.

"Tak ada konflik dalam artian di antara pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti, pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya-selain dari Bapak Adam Malik, mantan Wakil Presiden-kemudian juga dengan Bapak Mahwardi Labae, serta Bapak Suryo yang dituduh kemarin-kemarin itu," kata Alvon dalam jumpa pers di Jakarta seperti dikutip dari detikcom, Minggu (9/8).

Menurut Alvon, sekolah tersebut didirikan untuk memberikan pendidikan.

Oleh karena itu, pihaknya ingin memastikan sekolah kembali ke tujuan awal pendirian.

"Pada saat ini tidak ada konflik di antara pendiri itu sendiri," katanya.

"Nah, oleh sebab itu kami ingin menyampaikan bahwa visi-misi dari pendiri tetaplah bagaimana mencetak anak yang saleh sebagai suatu harapan," sambung Alvon.

Ekstrakurikuler menembak

Pihak yayasan turut merespons soal penemuan senjata di lingkungan sekolah yang dikaitkan dengan ekstrakurikuler (ekskul). Alvon pun meminta klaim tersebut dibuktikan dan jangan mencari-cari alasan mengenai hal tersebut.

Pernyataan soal senjata tersebut digunakan untuk ekskul menembak di sekolah tersebut pertama kali disampaikan oleh Alhadid. Namun, kepolisian juga telah menyatakan bahwa temuan ratusan senjata itu tak berkaitan dengan ekskul menembak di sekolah itu.

"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi hal-hal yang melegitimasi sesuatu yang sebenarnya tidak benar," ucap Alvon.

Ia juga menyinggung soal sosok Suryo, yang merupakan pembina yayasan dan diklaim mengetahui soal ekstrakurikuler tersebut. Menurut dia, kondisi Suryo saat itu sudah berusia lanjut sehingga ada keterbatasan untuk menyetujui dan mengetahui masalah tersebut.

"Perlu diketahui bahwa ketika itu Pak Suryo sudah berumur 104 tahun. Bukan menafikan kemampuan, tetapi pada saat itu untuk Pak Suryo sendiri untuk memahami, mengetahui, dan menyetujui suatu usulan itu ada persoalan. Ada keterbatasan-keterbatasan ketika itu," katanya.

"Jangan mencari alasan-alasan yang sebenarnya tidak ada. Nah, dengan demikian makanya tolong itu dibuktikan nantinya," sambungnya.

Terapkan PJJ

Imbas polemik soala temuan ratusan senjata ini, pihak sekolah bakal menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sementara. Kebijakan itu diberlakukan sepekan mulai Senin (10/8) hari ini.

Selama penerapan PJJ, mereka meminta polisi melakukan sterilisasi. Alvon menilai sterilisasi perlu dilakukan agar tidak ada kesan buruk yang ditinggalkan sekolah tersebut.

"Kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak, sementara waktu sekolah itu di-PJJ atau pendidikan jarak jauh," kata Alvon.

(dis/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |