Senantiasa Jadi Sasaran Target, Carlos Alcaraz Merasa Cukup Frustasi

6 hours ago 3

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Carlos Alcaraz mencapai babak 16 besar Indian Wells Open musim 2026 setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Prancis, Arthur Rinderknech.

Petenis peringkat 1 dunia yang tengah berada dalam performa luar biasa, kalah di set pertama melawan Rinderknech yang merupakan hal sangat tidak biasa bagi petenis berkebangsaan Spanyol.

Setelah pertandingan, petenis unggulan pertama mengatakan dia merasa seperti “menjadi sasaran” dan lelah bermain melawan “Roger Federer di setiap babak.”

Dengan kemenangan atas Rinderknech, juara Australian Open musim 2026 mempertahankan rekor belum terkalahkan pada musim ini.

Setelah pertandingan, para wartawan bertanya kepada juara US Open musim 2025 tentang “tingkat permainan sangat tinggi” yang ditunjukkan oleh lawan-lawannya selama konferensi pers. Ia setuju dengan pernyataan tersebut dan bercanda tentang rasa lelahnya menghadapi mantan petenis yang mengoleksi 20 gelar Grand Slam, Federer di setiap babak.

“Ya, jujur ​​saja, terkadang saya lelah bermain melawan Roger Federer di setiap babak. Terkadang saya merasa mereka bermain di level yang benar-benar gila,” aku Alcaraz.

Petenis berusia 22 tahun menyebutkan bahwa hal tersebut hanya terjadi terhadap dirinya karena, jika mereka menampilkan performa yang sama di setiap pertandingan, para petenis akan berada di peringkat dunia yang lebih tinggi.

“Saya tidak tahu apakah saya merasa tidak dalam kondisi yang tepat, tetapi saya merasa semuanya selalu berlawanan dengan saya. Jika mereka bermain seperti itu di setiap pertandingan, seharusnya peringkat mereka lebih tinggi,” ujar Alcaraz.

Namun, hal tersebut tidak mengganggu petenis yang telah mengantongi tujuh gelar Grand Slam kali ini, karena yang bisa ia lakukan hanyalah “menerimanya, terus maju, mencoba melakukan hal-hal berbeda dalam pertandingan.”

Ketika ditanya mengapa menurutnya para petenis meningkatkan level permainan mereka saat melawannya, Alcaraz menjawab, “Saya merasa seperti menjadi sasaran dan saya merasa jika mereka tidak memainkan tenis seperti itu, mereka tidak akan bisa menang, atau setidaknya itulah yang saya pikirkan.”

Namun, dalam pertandingan-pertandingan terakhir, petenis berkebangsaan Spanyol telah mengatasi banyak lawan tangguh dalam perjalanannya menuju kejuaraan. Di Australian Open, ia mengalahkan Yannick Hanfmann dengan tiga set langsung di babak kedua yang berlangsung selama 2 jam 46 menit.

Meskipun pertandingan tersebut berlangsung dengan tiga set, itu adalah pertandingan tiga set terpanjang dalam karier petenis peringkat 1 dunia di Grand Slam, dengan set pertama berlangsung hampir 80 menit.

Kemudian ia menghadapi petenis peringkat 3 dunia Alexander Zverev di semifinal, yang berlangsung lima set dan melibatkan tiga babak tiebreak yang berlangsung selama 5  jam 26 menit. Kecuali set pertama yang berlangsung 41 menit, empat set lainnya berlangsung lebih dari 1 jam, dengan set terakhir berlangsung selama 81 menit.

Kini melenggang ke babak keempat Indian Wells Open, Alcaraz akan menantang petenis unggulan ke-13, Casper Ruud.

Artikel Tag: roger federer, australian open, indian wells open, carlos alcaraz

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/senantiasa-jadi-sasaran-target-carlos-alcaraz-merasa-cukup-frustasi

Read Entire Article
Sports | | | |