Ligaolahraga.com -
Berita Golf : Scottie Scheffler harus menunda impiannya menyelesaikan Career Grand Slam setelah gagal menjuarai US Open 2026 di Shinnecock Hills. Meski mampu bersaing hingga hari terakhir dan finis di papan atas, pegolf nomor satu dunia itu mengakui ada satu faktor yang terus menjadi masalah sepanjang musim.
Bukan permainan akhir pekannya, bukan pula tekanan di momen krusial. Menurut Scheffler, akar persoalannya justru berada di putaran pertama.
"Saya sendiri belum benar benar tahu penyebabnya. Dalam beberapa tahun terakhir saya biasanya cukup baik di ronde pembuka, tetapi musim ini ketajaman permainan saya sering tidak muncul sejak awal turnamen," kata Scheffler.
Pernyataan tersebut merujuk pada skor 72 yang ia catat pada hari pertama US Open. Hasil itu membuatnya langsung tertinggal delapan pukulan dari Wyndham Clark yang membuka turnamen dengan skor impresif 64.
Meski berhasil memperbaiki performa pada tiga putaran berikutnya, jarak tersebut terlalu besar untuk dikejar. Scheffler akhirnya gagal menyamai Clark yang keluar sebagai juara dan meraih gelar US Open keduanya.
Fenomena start lambat memang menjadi tema yang berulang dalam musim Scheffler tahun ini. Secara statistik, ia masih menjadi salah satu pemain paling dominan di PGA Tour. Namun berbeda dengan musim musim sebelumnya, ia jarang memimpin setelah 36 hole maupun 54 hole.
Akibatnya, Scottie Scheffler lebih sering bermain sebagai pengejar daripada pemburu gelar.
"Kali ini rasanya menyenangkan bisa kembali berada di tengah persaingan pada hari Minggu dan bukan hanya melihat dari kejauhan," ujarnya.
Kegagalan di Shinnecock juga membuat perjalanan Scheffler menuju Career Grand Slam harus berlanjut. Saat ini ia telah mengoleksi gelar Masters, PGA Championship, dan The Open Championship. US Open menjadi satu satunya trofi major yang belum berhasil ia menangkan.
Meski begitu, peluang Scheffler masih sangat terbuka. Pada usia 30 tahun, ia masih berada di puncak performa dan telah beberapa kali mencatat finis 10 besar di US Open. Banyak pengamat golf menilai hanya soal waktu sebelum ia akhirnya melengkapi koleksi gelar major tersebut.
Namun sejarah menunjukkan bahwa tantangan itu tidak pernah mudah. Sejumlah legenda golf seperti Phil Mickelson, Tom Watson, Arnold Palmer, Sam Snead, hingga Lee Trevino gagal melengkapi Career Grand Slam karena tidak pernah memenangkan satu turnamen major tertentu sepanjang karier mereka.
Meski demikian, Scheffler tampaknya belum ingin terlalu jauh memikirkan hal tersebut.
Setelah menyelesaikan konferensi pers, perhatian sang pegolf beralih kepada hal yang lebih penting. Hari itu bertepatan dengan Hari Ayah di Amerika Serikat sekaligus ulang tahunnya yang ke-30. Putranya, Bennett, menunggu di dekat ruang konferensi pers, sementara tas yang dibawanya bertuliskan nama putra keduanya, Remy.
Mungkin trofi US Open belum berhasil dibawa pulang tahun ini. Namun bagi Scottie Scheffler, masih ada banyak kesempatan lain untuk mengejarnya.
Artikel Tag: pga tour, shinnecock hills, scottie scheffler, wyndham clark, us open 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/scottie-scheffler-kembali-gagal-menuntaskan-misi-career-grand-slam

4 hours ago
6

















































