Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi berencana meminta keterangan dari agen penyalur untuk menyelidiki kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah bangunan kos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan pemeriksaan terhadap agen penyalur ini dilakukan untuk melengkapi informasi mengenai latar belakang korban dan proses penempatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya. Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang," kata Reynold dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Dalam peristiwa itu salah satu korban meninggal dunia.
Reynold menerangkan pihaknya juga masih akan meminta keterangan dari satu PRT yang selamat dalam peristiwa itu.
Reynold pun menegaskan penanganan kasus ini dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap fakta didalami secara objektif. Di sisi lain, kami juga menaruh perhatian pada kondisi saksi yang selamat, termasuk aspek pemulihan dan pendampingannya," ucap dia.
Sebelumnya, dua orang PRT diduga melompat dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4) malam. Salah satu PRT dilaporkan tewas dalam insiden itu.
Dari hasil pendalaman sementara, diduga dua PRT itu nekat melompat lantaran tidak betah bekerja dan ingin kabur.
"Orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4).
Masih dari keterangan korban selamat, mereka mengaku tak betah lantaran majikannya galak. Namun, kata Roby, hal ini masih perlu dilakukan pendalaman.
"Iya, galak, galak. Begitulah, sadis lah, galak. Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan," tutur dia.
Sejauh ini, polisi juga telah meminta keterangan dari majikan kedua PRT tersebut. Pemeriksaan dilakukan oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
6

















































