Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Saat ini pada musim lalu, Chris Bint tengah mempersiapkan Janice Tjen untuk debut di Grand Slam dengan turun di US Open, turnamen yang menjadi awal dari terobosan sang petenis.
Petenis berkebangsaan Indonesia sebelumnya berada di luar peringkat 140 besar dunia dan belum pernah tampil di babak utama turnamen WTA. Di Flushing Meadows, New York, ia berhasil melewati tiga babak kualifikasi sebelum secara mengejutkan mengalahkan petenis unggulan ke-24, Veronika Kudermetova. Itu merupakan kali pertama seorang petenis dari negaranya memenangkan pertandingan babak utama US Open dalam kurun waktu lebih dari dua dekade.
Sejak saat itu, Tjen meraih gelar turnamen WTA pertama dalam kariernya di India pada akhir musim lalu dan kini menempati peringkat 35 dunia. Satu-satunya petenis dari Asia Tenggara yang memiliki peringkat lebih tinggi daripada dirinya adalah Alexandra Eala, yang menjadi petenis pertama dari kawasan tersebut yang mencapai peringkat 18 dunia di Open Era.
“Ada banyak pengalaman pertama baginya. Khususnya bagi Janice, prioritas utamanya adalah mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin di turnamen-turnamen terbesar, berada di tengah para petenis terbaik, serta terus mengembangkan permainannya saat menghadapi berbagai lawan dan bermain di beragam jenis permukaan lapangan,” jelas Bint kepada Ubitennis menjelang US Open.
“Ia terus menunjukkan peningkatan dalam segala aspek permainannya dan hal itu tercermin dalam laporan data yang saya terima dari analis kami.”
“Saya sangat terkesan dengan kesediaannya untuk belajar dan keterbukaannya terhadap arahan pelatih dari hari ke hari, ia terus berupaya untuk belajar, tumbuh, dan berkembang, sembari menjalani jadwal turnamen yang padat selama 45 pekan dalam satu musim. Ia memiliki senjata permainan yang luar biasa, kemampuan bergerak yang eksplosif, dan jiwa kompetitor sejati, kini tinggal bagaimana menyatukan semua elemen tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh.”
Tjen mengawali Monterrey Open pekan ini dengan rekor menang-kalah yang timpang, yakni 11-21. Enam dari kekalahan tersebut dialami saat menghadapi petenis yang saat itu berada di peringkat 20 besar dan satu kekalahan lainnya terjadi saat melawan mantan petenis peringkat 1 dunia, Karolina Pliskova. Ia telah berhasil menembus babak 16 besar di empat turnamen sejak awal musim ini.
Bint mengakui bahwa masih ada ruang untuk peningkatan bagi petenis berusia 24 tahun, yang sebelumnya bermain tenis tingkat universitas untuk University of Oregon, kemudian Pepperdine University antara tahun 2020 hingga 2024 sebelum beralih menjadi petenis profesional.
"Jika anda tidak memiliki mentalitas untuk terus berkembang, berarti anda berada di cabang olahraga yang salah atau mungkin tidak akan memiliki peluang untuk menjadi petenis nomor tunggal putri peringkat 100 besar," tambah Bint.
“Kami telah bekerja keras untuk terus meningkatkan kemampuannya saat bermain di belakang garis baseline dengan tempo tinggi, sembari melatih pengambilan keputusan, kapan harus memukul forehand dengan lebih banyak putaran, dan kapan harus melakukan serangan mematikan.”
“Untuk sisi backhand, fokusnya adalah terus memvariasikan tempo menggunakan pukulan slice, dengan pola pikir bahwa pukulan itu bisa menjadi senjata untuk mengacaukan ritme dan mengubah ketinggian titik kontak bola lawan, sembari terus mengembangkan backhand topspin dua tangan untuk meredam serta mengarahkan ulang laju bola lawan, sekaligus memangkas waktu reaksi lawan.”
Menariknya, salah satu target tim adalah agar petenis berkebangsaan Indonesia mampu melakukan servis pertama dengan kecepatan 200 km/jam.
Tjen akan tampil di babak utama Grand Slam untuk kali kelima di US Open pekan depan. Dalam empat penampilan sebelumnya, ia berhasil memenangkan setidaknya satu pertandingan di tiga kesempatan, tetapi belum pernah melampaui babak kedua.
Artikel Tag: us open
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/pelatih-chris-bint-dan-musim-di-turnamen-bersama-janice-tjen

4 hours ago
3

















































