Ligaolahraga.com -
Berita Liga Inggris: Pascal Struijk mengungkap perjalanan pribadinya dalam menerima tanggung jawab sebagai pemimpin di Leeds United. Bek berusia 26 tahun itu kini menjabat sebagai wakil kapten dan merasa semakin nyaman dengan peran tersebut setelah sebelumnya sempat ragu.
Struijk telah membela Leeds selama hampir delapan tahun sejak bergabung dari akademi Ajax pada 2018. Ia kini mendekati pencapaian 200 penampilan bersama klub dan menjadi bagian penting dalam skuad, termasuk saat meraih dua gelar Championship.
Peran sebagai wakil kapten diberikan setelah kedatangan Daniel Farke, dan sejak itu ia telah mengenakan ban kapten sebanyak 36 kali. Meski demikian, ia mengakui bahwa dulu tidak pernah membayangkan dirinya menjadi sosok pemimpin di dalam tim.
“Jika Anda bertanya kepada saya beberapa tahun lalu, saya bahkan mengatakan tidak ingin menjadi kapten karena saya bukan tipe yang banyak bicara,” ujar Pascal Struijk dalam podcast resmi klub.
Ia menjelaskan bahwa kepribadiannya yang cenderung pendiam membuatnya kurang percaya diri di awal karier. “Saat pertama kali datang, saya cukup tertutup dan tidak terlalu vokal,” lanjutnya.
Namun seiring waktu, ia mulai berubah dan berkembang. “Ketika saya mulai mengenal tim lebih baik, saya mulai lebih banyak berbicara dan merasa lebih percaya diri untuk menunjukkan karakter saya,” katanya.
Struijk juga menilai bahwa performa di lapangan turut memengaruhi kepercayaan dirinya sebagai pemimpin. “Semakin sering saya bermain dan tampil baik, saya merasa orang-orang akan mendengarkan saya,” tambahnya.
Ia mengakui bahwa sifat pemalu masih menjadi bagian dari dirinya, tetapi kini lebih mampu mengatasinya. “Itu mungkin bagian dari karakter saya, tetapi saya merasa itu selalu ada dalam diri saya dan hanya perlu dikeluarkan,” jelasnya.
Di sisi permainan, Struijk juga menyoroti perubahan peran musim ini saat dimainkan dalam formasi tiga bek. Ia merasa sistem tersebut memberinya kebebasan lebih, terutama dalam melakukan tekanan dan distribusi bola.
“Saya rasa kemampuan umpan saya adalah kekuatan yang sering diremehkan. Saya selalu mencoba mencari umpan yang lebih sulit untuk menembus lini lawan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bermain dalam formasi tiga bek membuatnya lebih leluasa. “Saya bisa lebih agresif karena ada perlindungan di belakang. Itu memberi saya kebebasan lebih dalam bermain,” tutup Struijk.
Artikel Tag: leeds united, pascal struijk
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/pascal-struijk-akui-dulu-enggan-jadi-pemimpin-di-leeds-united

3 hours ago
4

















































