Ligaolahraga.com -
Berita Liga Inggris: Tonda Eckert akhirnya angkat bicara terkait skandal mata-mata yang mengguncang Southampton dalam beberapa pekan terakhir. Pelatih kepala The Saints itu mengakui kesalahannya dan menerima tanggung jawab penuh atas insiden yang membuat klub kehilangan kesempatan promosi ke Premier League.
Tonda Eckert menjadi sorotan setelah Southampton terbukti mengirim seorang staf magang untuk memata-matai sesi latihan Middlesbrough. Investigasi yang dilakukan English Football League (EFL) menyimpulkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius dan menyebut klub telah menempatkan tekanan yang tidak semestinya kepada staf muda tersebut.
Akibat kasus itu, Southampton dikeluarkan dari play-off Championship bulan lalu. Posisi mereka kemudian digantikan Middlesbrough, tim yang sebelumnya mereka kalahkan dalam pertandingan semifinal dua leg. Keputusan tersebut membuat The Saints kehilangan peluang promosi sekaligus potensi pemasukan besar yang diperkirakan mencapai hampir 200 juta poundsterling.
Dalam pernyataan video yang dirilis melalui media resmi klub, Eckert menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada semua pihak yang terdampak. "Saya akan berusaha sejujur dan sejelas mungkin. Atas semua yang telah terjadi, saya ingin meminta maaf dan saya mengakui kesalahan ini karena sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab. Saya bertanggung jawab atas semua yang terjadi di klub sepak bola ini," kata Eckert.
Selain Middlesbrough, Southampton juga dinyatakan bersalah karena memata-matai Ipswich Town dan Oxford United selama musim reguler. Pelatih berusia 33 tahun itu mengakui tindakannya salah, tetapi menjelaskan bahwa praktik serupa pernah ia temui saat bekerja di negara lain.
"Saya meminta maaf kepada semua klub yang terlibat dan terutama kepada para pendukung kami. Saat saya bekerja di Italia selama lebih dari empat tahun, susunan pemain yang kami pilih hampir selalu diketahui publik sebelum pertandingan karena sesi latihan sering diamati media maupun tim lawan," kata Eckert.
"Pep Guardiola juga pernah berbicara tentang hal serupa ketika melatih Bayern Munich, bahwa mengamati sesi latihan lawan merupakan hal yang cukup umum di Jerman. Saya tidak mengatakan ini untuk membenarkan apa yang kami lakukan. Saya hanya ingin memberikan gambaran tentang lingkungan sepak bola tempat saya berkembang."
Meski banyak pihak memperkirakan posisinya akan berakhir setelah skandal tersebut, pemilik Southampton, Dragan Solak, justru memberikan dukungan penuh kepada Tonda Eckert. Ia menilai pelatih asal Eropa itu masih merupakan sosok yang tepat untuk membawa klub kembali ke Premier League.
"Masa kepemimpinan Tonda sebagai pelatih kepala sejauh ini merupakan sebuah keberhasilan. Performa kami sepanjang 2026 sangat mengesankan dan kami percaya dia adalah orang yang tepat untuk membawa klub ini melangkah maju. Sebagai dewan klub, kami sepenuhnya mendukungnya dan tujuan kami hanya satu, yaitu kembali ke Premier League," ujar Solak.
Southampton tidak hanya kehilangan tempat di play-off, tetapi juga akan memulai musim depan dengan pengurangan empat poin. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) masih melakukan penyelidikan terpisah terkait kasus tersebut yang berpotensi menimbulkan konsekuensi tambahan bagi klub maupun individu yang terlibat.
Artikel Tag: southampton
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/tonda-eckert-minta-maaf-atas-skandal-mata-mata-southampton

2 hours ago
6

















































