Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati mulai menjauhi puncak gunung dan bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup Samudera Hindia Barat dan Laut Banten, Selasa (8/9).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta, mengunggah informasi tersebut. Tertulis, hasil analisis pantauan satelit berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin dan analisis citra RGB Himawari-9 menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft. Teramati abu vulkanik bergerak ke arah selatan-barat daya dan bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.
"Hasil pantauan BMKG menunjukkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju Samudera Hindia," tulis akun Instagram @dkijakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari Instagram resmi @infobmkg, pantauan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda juga terbilang cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari.
Meski demikian, sisa sebaran abu vulkanik masih bertebaran di udara. Sisa sebaran abu vulkanik tersebut dapat menurunkan kualitas jarak pandang hingga mengganggu aktivitas penerbangan pada ketinggian tertentu.
BMKG mengonfirmasi ada bandara udara yang mulai beroperasi dan dipastikan ruang udara serta area landasan pada bandara yang mulai beroperasi aman dari abu vulkanik.
Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menunjukkan negatif dari abu vulkanik. Meski demikian, BMKG menjelaskan pihaknya masih memantau secara real-time sebaran abu vulkanik.
"BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman. BMKG juga mempercepat pembersihan atmosfer melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BNPB dan Kementerian Perhubungan sejak Senin, 7 September 2026, "ucap Kepala BMKG Teuku Faisal pada Instagram resmi @infobmkg.
Pelaksanaan OMC sudah melalui 5 sorti penerbangan dengan rincian: 1 sorti menggunakan bahan semai powder NaCl, 1 sorti liquid CaCl, dan 3 sorti menggunakan spraying/watermist. OMC akan terus dilakukan selama penyesuaian kondisi atmosfer dengan sebaran abu vulkanik hingga atmosfer benar-benar bersih dari abu vulkanik.
BMKG juga memantau situasi laut yaitu potensi tsunami melalui 20 tsunami gauge dan Tanjung Lesung. Hingga pagi ini, tidak ada anomali kenaikan tinggi atau perubahan pola arus permukaan laut secara signifikan yang dapat menimbulkan tsunami.
"Hasil pemantauan tidak ditemukan adanya anomali gelombang air laut sehingga kemungkinan terjadinya tsunami berada pada kategori rendah," tulis BMKG.
(knf/isn)

3 hours ago
3

















































