Ligaolahraga.com -
Mikaela Shiffrin menutup perlombaan giant slalom (GS) Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 dengan peringkat ke-11, namun tetap membawa optimisme besar menuju cabang slalom, spesialisasinya, yang digelar Rabu mendatang.
Di tengah cuaca cerah di Tofane, Shiffrin berdiri di start gate dan berjanji pada dirinya sendiri: “Saya akan menuntaskan seluruh perlombaan ini.”
Janji itu penting mengingat perjalanan panjangnya untuk kembali ke performa terbaik pasca cedera serius pada 2024, yang sempat membuat kepercayaan dirinya goyah.
Meski namanya baru muncul di halaman kedua papan skor, Shiffrin tidak memandang finis ke-11 sebagai kekecewaan. Sebaliknya, ia menilai performanya menunjukkan tren positif.
“Bisa berada dekat dengan perempuan tercepat, itu sangat berarti bagi saya. Saya bangga dengan itu,” ujarnya.
Jarak antara Shiffrin dan para peraih perak, Sara Hector dari Swedia dan Thea Louise Stjernesund, hanya 0,3 detik—selisih yang nyaris tak terlihat dalam cabang yang mengharuskan dua run ini.
Sebagai perbandingan, saat Shiffrin memenangkan emas GS di Pyeongchang delapan tahun lalu, selisih antara perak dan posisi ke-11 sekitar 1,4 detik; di Beijing 2022 hampir 2 detik; dan tiga minggu lalu di Piala Dunia di Republik Ceko lebih dari 3,5 detik.
Mikaela Shiffrin menilai kondisi lintasan, yang lebih datar dan sedikit lebih mudah secara teknis dibandingkan lintasan GS dunia biasanya, memungkinkan perlombaan yang aman namun sangat kompetitif.
Ia merasa berhasil memanfaatkan lintasan dan menjaga fokusnya, bahkan saat musik “Killing in the Name” dari Rage Against the Machine menggema selama run kedua.
“Kami benar-benar mendorong batas, rasanya luar biasa,” kata Shiffrin. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan kerja sama tim untuk menemukan setiap “ratusan detik” yang dibutuhkan agar bisa kembali ke podium.
Meski belum meraih medali GS sejak akhir 2023, Shiffrin menunjukkan progres yang stabil.
Ia tetap dominan di slalom, dengan gelar Piala Dunia kesembilan sudah di tangan, dan kini kembali berada di tujuh besar dunia GS, sesuatu yang sempat tampak menantang di awal musim.
Mikaela Shiffrin memuji performa Federica Brignone, yang merebut emas kedua dalam empat hari, serta Sara Hector yang meraih perak, menegaskan bahwa podium Olimpiade bukan hasil kebetulan.
“Itu menunjukkan level kompetisi sangat tinggi. Ini adalah tontonan indah bagi olahraga kami di panggung Olimpiade,” ujar Shiffrin.
Artikel Tag: olimpiade musim dingin, mikaela shiffrin, milano cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/mikaela-shiffrin-selesaikan-giant-slalom-tanpa-medali-tapi-tetap-optimis

2 hours ago
2

















































