Meski Kalah Di London, Joao Fonseca Mengaku Tak Bermain Dengan Buruk

4 hours ago 5

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Harapan Joao Fonseca untuk menjadi petenis putra Brazil pertama yang mencapai babak keempat Wimbledon sejak musim 2002 kandas di tangan Roman Safiullin.

Petenis unggulan ke-24 kalah dengan tiga set langsung dari petenis peringkat 132 dunia, Safiullin yang telah memenangkan tiga laga lima set dalam delapan hari terakhir, salah satunya di babak kualifikasi.

Petenis berusia 19 tahun, yang sebelumnya mengalahkan Roberto Bautista Agut dan Jesper de Jong tanpa kehilangan satu set pun, jelas frustrasi dengan gaya bermain lawannya yang berlevel tinggi. Bahkan sampai-sampai ia mendapat pelanggaran kode etik selama set pertama karena merusak raket setelah kehilangan servis.

“Itu pertandingan yang sulit sejak awal,” aku Fonseca. “Ia memberi banyak tekanan pada saya. Ia tipe petenis yang suka mengendalikan permainan. Saya rasa saya tidak bermain dengan buruk. Saya memiliki beberapa kesempatan selama pertandingan untuk membuatnya berpikir lebih banyak dan memainkan lebih banyak poin. Tetapi saya mencoba melakukan yang terbaik.”

Kekalahan petenis peringkat 27 dunia menyusul terobosan Grand Slam teranyarnya di French Open, di mana ia mengalahkan petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic dalam perjalanan menuju perempatfinal. Itu adalah kali pertama ia kalah dari petenis yang berada di luar peringkat 100 besar sejak Agustus musim lalu.

Dari sisi positif, Wimbledon adalah satu-satunya Grand Slam di mana ia dua kali mencapai babak ketiga dalam kariernya yang masih muda.

“Saya rasa ini adalah penampilan yang luar biasa lagi di Wimbledon. Saya semakin membaik di grass-court dan itu memotivasi saya untuk terus maju,” ujar Fonseca

Petenis berkebangsaan Braazil baru melakoni 11 pertandingan turnamen ATP yang digelar di grass-court di sepanjang kariernya sampai saat ini, tidak termasuk nomor ganda. Debutnya baru dua musim lalu di Halle.

“Saya perlu meningkatkan kemampuan di grass-court sejak awal musim grass-court, meningkatkan kemampuan di kondisi lapangan yang cepat. Setiap musim saya semakin meningkat, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan,” tukas Fonseca.

Wimbledon musim 2026 menandai Grand Slam ketujuh yang petenis berusia 19 tahun, Fonseca lakoni. Jika ia menang, ia akan menjadi petenis putra termuda yang mencapai babak keempat sejak petenis berkebangsaan Spanyol yang telah dua kali naik podium juara di London, Carlos Alcaraz melakukannya pada musim 2022.

Artikel Tag: wimbledon, roman safiullin, joao fonseca

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/meski-kalah-di-london-joao-fonseca-mengaku-tak-bermain-dengan-buruk

Read Entire Article
Sports | | | |