Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengungkapkan ada 335 perusahaan pemilik konsesi di lahan terbakar di seluruh Kalimantan dan Sumatra.
Ia mengingatkan agar ratusan perusahaan tersebut menjaga lingkungan hidup dengan tidak serampangan membuka lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau 335 perusahaan itu bahkan mungkin bisa lebih lagi indikasinya ada niat untuk membuka lahan dengan cara mudah, cara murah, dengan membakar begitu, konsekuensinya kita tahu sendiri dalam penegakan hukum kita; ada denda kepada negara, ada biaya pemulihan, dan kalau indikasinya kuat memang betul-betul mens rea-nya (niat jahat) sudah jelas begitu, itu bisa pidana," ujar Jumhur dikutip dari Instagram @lingkunganjumhur, Sabtu (22/8).
Jumhur menyatakan sejauh ini ada perusahaan yang sudah disegel. Ia tidak menyebut detail perusahaan dimaksud.
"Saya peringatkan lagi bahwa janji pemilik konsesi untuk memitigasi supaya tidak terjadi kebakaran, itu tetap harus dikejar. Kita setelah ini akan memverifikasi, dan sudah ada laporan dari beberapa perusahaan yang memang indikasinya kuat dia nakal begitu, sudah kita segel," imbuhnya.
Saat kunjungan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumhur mengungkapkan ada 4 hektare lahan yang terbakar dan sudah dipadamkan dan sedang dalam proses pendinginan.
"Saya melihat di Riau karena mitigasinya baik sebelum adanya El Nino ini, ada sekat kanal, persiapan embung-embung dan sebagainya yang pemerintah dan pak Kapolda bekerja keras untuk itu dengan 'Riau Bersinergi', Alhamdulillah dari data kami, Riau termasuk provinsi yang sekarang mitigasinya sangat baik," ucap Jumhur.
"Dan jumlah kebakaran dan sebagainya jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi, saya rasa ini bisa jadi pembelajaran untuk semua," lanjut dia.
(ryn/rds)

9 hours ago
5
















































