Menkomdigi Ingatkan Kompas Utama KPI adalah Kepentingan Rakyat

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat tidak kehilangan kompas utama dalam menjalankan tugas dan kewenangannya sebagai perwakilan publik, yakni mengutamakan kepentingan rakyat.

Meutya Hafid menyampaikan hal tersebut usai mengambil sumpah jabatan dan pengukuhan anggota KPI Pusat periode 2026-2029 di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Rabu (26/8).

Meutya mengatakan tantangan KPI semakin kompleks di tengah kebiasaan bermedia masyarakat yang semakin beragam. Untuk itu menjaga kualitas penyiaran artinya menjaga kualitas demokrasi di era persaingan ketat guna mendapat perhatian publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara khusus Meutya mengingatkan tentang keberagaman konten dan kepemilikan sebagaimana yang menjadi amanat Undang-Undang Penyiaran. Wajah masyarakat Indonesia yang beragam dan berbhinneka, selayaknya juga tercermin dalam keberagaman konten siaran.

KPI juga diminta adaptif dengan tidak mengedepankan hukuman atau sanksi semata. Menurutnya, KPI juga harus melakukan pembinaan pada ekosistem penyiaran yang ada sekarang agar dapat hadir ke tengah masyarakat secara sehat dan berkualitas.

Tiga pilar penting dipesankan Meutya pada anggota KPI yang akan bertugas selama tiga tahun ke depan, antara lain penguatan standar kualitas penyiaran, penguatan pengawasan dan tindak lanjut pengaduan, serta peningkatan partisipasi publik.

"Kehadiran jajaran pimpinan Kemkomdigi saat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk bersama KPI membenahi kualitas siaran di tanah air," ujar Meutya dalam keterangan resmi.

Di ujung sambutan, Meutya juga mengingatkan tentang peran penyiaran dalam memperkuat kebhinnekaan dan demokrasi bangsa.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, saat pengambilan sumpah jabatan dan pengukuhan anggota KPI Pusat periode 2026-2029 di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Rabu (26/8).Pengambilan sumpah jabatan dan pengukuhan anggota KPI Pusat periode 2026-2029 di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Rabu (26/8). (KPI Pusat/ Agung R)

"Keberagaman isi siaran harus jadi pondasi utama, selaras dengan semangat bangsa ini yang memang berbhinneka tunggal ika," ucap Meutya.

Sementara itu Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan KPI sebagai lembaga yang sejalan dengan Asta Cita pertama Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Hasrul mengatakan KPI akan terus mendorong lembaga penyiaran agar tetap menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi, hiburan, sekaligus menjadi media pendidikan bagi generasi bangsa.

"Karena itu, kualitas isi siaran harus terus diperbaiki agar semakin sehat, berkualitas, mencerdaskan, dan berpihak pada kepentingan publik," ujarnya.

Di sisi lain, KPI juga berkepentingan untuk mendorong terciptanya iklim usaha penyiaran yang sehat dan berkelanjutan. Hasrul menyambut baik uluran kerja sama dari Menteri Komdigi.

"Saya sadar, kerja ini tidak dapat dilakukan KPI sendiri. Karenanya KPI akan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan penyiaran, termasuk juga masyarakat, agar mimpi menghadirkan ekosistem penyiaran yang berkualitas dan mendukung demokrasi yang sehat dapat terwujud," ucap Hasrul.

(tim/har)

placeholder

Read Entire Article
Sports | | | |