Marco Melandri Kritik MotoGP Modern yang Dinilai Kehilangan Daya Tarik

14 hours ago 3

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Mantan pebalap MotoGP, Marco Melandri, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi kejuaraan saat ini. Ia menilai balapan MotoGP modern tak lagi menghadirkan sensasi dan ketegangan seperti di masa lalu.

Mantan pebalap MotoGP, Marco Melandri, melontarkan kritik keras terhadap arah perkembangan MotoGP modern. Juara dunia kelas 250cc itu mengaku sudah tidak terlalu menikmati balapan MotoGP saat ini karena minimnya pertarungan sengit di lintasan.

Dalam wawancara bersama Gazzetta dello Sport, Melandri secara terbuka menyampaikan bahwa MotoGP kini kehilangan unsur yang dulu membuatnya menarik untuk ditonton.

“Sejujurnya, balapan MotoGP sekarang tidak terlalu menggairahkan bagi saya,” ujar Melandri. “Saya tidak suka membandingkan era, tapi faktanya memang berbeda.”

Melandri merupakan salah satu pebalap papan atas pada pertengahan 2000 an. Ia mengoleksi lima kemenangan MotoGP dan menjadi runner up klasemen dunia 2005 bersama Honda. Sepanjang kariernya di kelas utama antara 2003 hingga 2010, ia sempat membela Yamaha, Honda, Ducati, dan Kawasaki.

Menurut Melandri, perbedaan paling mencolok terletak pada intensitas persaingan. Ia menilai balapan MotoGP era sekarang jarang menampilkan kelompok besar pebalap yang bertarung ketat hingga garis finis.

“Coba lihat ulang balapan tahun 2006 yang sering muncul di media sosial atau YouTube,” katanya. “Saat itu ada tiga atau empat pebalap dalam jarak satu detik. Sekarang hampir mustahil terjadi karena kecepatan motor terlalu tinggi. Pebalap tidak bisa terlambat mengerem bahkan satu meter pun.”

Ia menilai perkembangan aerodinamika dan perangkat pengatur ketinggian motor membuat ruang improvisasi pebalap semakin sempit. Dampaknya, jumlah manuver salip menurun dan balapan menjadi lebih sulit diprediksi secara alami.

MotoGP sendiri akan memasuki era regulasi baru pada 2027. Mesin akan diperkecil menjadi 850cc, perangkat pengatur ketinggian dilarang, dan pengaruh aerodinamika dikurangi. Perubahan ini diharapkan mampu mengembalikan keseimbangan antara peran motor dan kemampuan pebalap.

Namun Melandri bukan satu satunya sosok yang skeptis. Sejumlah mantan pebalap lain juga menilai aturan baru belum cukup radikal untuk mengembalikan esensi balapan murni.

Dalam wawancara yang sama, Melandri juga mengungkap penyesalan terbesarnya selama berkarier di MotoGP.

“Saya selalu ingin menjadi rekan setim Valentino Rossi,” ungkapnya. “Kami tumbuh bersama sejak kecil dan saya selalu merasa bisa bersaing dengannya.”

Pernyataan Marco Melandri menegaskan satu hal penting. Di tengah kemajuan teknologi, MotoGP masih dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga daya tarik balapan sebagai tontonan yang penuh emosi dan pertarungan nyata.

Artikel Tag: Marco Melandri, MotoGP 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/marco-melandri-kritik-motogp-modern-yang-dinilai-kehilangan-daya-tarik

Read Entire Article
Sports | | | |