Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Hasim Rahman dikenal sebagai salah satu petinju yang pernah menciptakan kejutan terbesar dalam sejarah kelas berat. Pada April 2001, ia menghentikan Lennox Lewis pada ronde kelima untuk merebut gelar juara dunia WBC dan IBF dalam hasil yang mengejutkan dunia tinju.
Saat itu banyak pihak menilai Lewis kurang melakukan persiapan ideal. Juara asal Inggris tersebut memilih menjalani pemusatan latihan di Las Vegas meski pertandingan digelar di Afrika Selatan. Selain itu, ia hanya memiliki waktu singkat untuk beradaptasi dengan kondisi dataran tinggi yang diyakini memengaruhi penampilannya.
Namun, Lewis membuktikan kualitasnya dalam duel ulang beberapa bulan kemudian. Ia tampil jauh lebih dominan dan merebut kembali gelarnya setelah menghentikan Rahman pada ronde keempat.
Meski pernah menjadi korban kekalahannya, Rahman justru menilai Lewis sebagai petinju kelas berat terbaik sepanjang masa. Dalam wawancara bersama BBC Radio 5 Live, ia menyebut kemampuan Lewis akan membuatnya mampu bersaing di era mana pun.
"Sulit bagi saya menempatkan orang lain di atas Lennox Lewis. Di era mana pun, saya benar benar tidak tahu siapa yang bisa mengalahkannya," ujar Rahman.
Rahman juga menilai legenda seperti Muhammad Ali, Jack Dempsey, hingga Rocky Marciano akan kesulitan menghadapi Lewis karena perbedaan postur dan gaya bertarung.
"Mereka terlalu kecil. Muhammad Ali saja secara ukuran kalah besar dari George Foreman pada masanya. Jadi bagaimana dia menghadapi Lennox yang jauh lebih besar, mampu bergerak lincah, dan sangat cerdas memanfaatkan jangkauan pukulannya?" katanya.
Meski mengakui perbandingan lintas generasi selalu bersifat subjektif, Rahman meyakini kombinasi ukuran tubuh, teknik, dan kecerdasan bertarung menjadikan Lewis sosok yang sangat sulit ditandingi.
Lennox Lewis memang memiliki karier yang luar biasa. Ia tercatat sebagai juara dunia kelas berat tiga kali dan menjadi juara dunia tak terbantahkan setelah mengalahkan Evander Holyfield pada 1999. Status tersebut bertahan hingga Oleksandr Usyk kembali menyatukan seluruh sabuk utama pada 2024.
Selain sukses membalas kekalahan dari Rahman, Lennox Lewis juga mencatat kemenangan penting atas sejumlah nama besar seperti Mike Tyson dan Vitali Klitschko. Ia menutup karier profesionalnya pada 2003 dengan rekor 41 kemenangan, dua kekalahan, satu hasil imbang, serta dikenang sebagai salah satu petinju kelas berat paling komplet dalam sejarah tinju modern.
Artikel Tag: mike tyson, muhammad ali, lennox lewis, vitali klitschko, heavyweight
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/lennox-lewis-dianggap-tak-punya-tandingan-bahkan-di-era-muhammad-ali

5 hours ago
7

















































