Tangerang, CNN Indonesia --
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku Presiden RI Prabowo Subianto akan meresmikan Museum Marsinah saat momen peringatan hari buruh internasional (May Day) tahun ini.
Hal itu disampaikan Andi Gani saat acara Halal Bihalal KSPSI bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Tangerang, Banten, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi Gani mengatakan mulanya Prabowo akan menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kawasan Monas, Jakarta, 1 Mei 2026 mendatang. Setelah itu, dia akan bergerak ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan Museum Marsinah.
"Dua minggu lalu saya dipanggil oleh Presiden Republik Indonesia untuk membahas May Day dan dipastikan bapak Presiden Prabowo Subianto akan berada di Monas untuk merayakan May Day," ungkap Andi.
"Bapak Presiden, Bapak Kapolri dan 115 Pimpinan Konfederasi Serikat Buruh hadir di Nganjuk untuk peresmian Museum ibu Marsinah," sambungnya.
Marsinah adalah aktivis buruh yang kerap menyuarakan hak-hak kelas pekerja di Sidoarjo, Jawa Timur pada masa Orde Baru. Dia mengalami kekerasan hingga berujung kematian diduga oleh tentara pada masa Orde Baru, namun siapa penyiksa dan pembunuhnya tak diusut tuntas hingga saat ini.
Sementara itu, tahun lalu Prabowo telah menobatkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Penobatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional itu bebarengan dengan penobatan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden kedua RI yang merupakan penguasa Orde Baru (Orba) Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.
Kebijakan strategis untuk kesejahteraan buruh
Dalam kesempatan halal bihalal KSPSI kemarin, Andi mengklaim Prabowo juga akan menyampaikan sebuah pengumuman kebijakan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Hal itu, sambungnya, setelah Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri saat ini.
"Selepas Presiden kembali dari Rusia, beliau yang akan menyampaikan langsung mengenai peningkatan kesejahteraan buruh," kata Andi.
Selain itu, Andi turut mengapresiasi Satuan Tugas (Satgas) Desk Ketenagakerjaan Polri yang berhasil menyelesaikan tiga kasus besar ketenagakerjaan.
Ada pun kasus besar yang dimaksud yakni sengketa ketenagakerjaan di PT Taru Martani Yogyakarta, serta PHK massal di PT Daicang dan PT Multistrada di Bekasi.
"Berkat perhatian luar biasa dari Bapak Kapolri melalui Desk Ketenagakerjaan, permasalahan ini dapat dituntaskan dengan baik demi keberlangsungan kerja para buruh," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen buruh dan para pengusaha untuk menjaga iklim investasi dan industri di tengah konflik geopolitik global di Timur Tengah.
"Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan sumber daya manusia yang besar, kita siap bersaing dengan negara lain," kata Kapolri.
Salah satu cara menjaga iklim industri yang kondusif, kata Kapolri, yakni dengan cara menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan melalui dialog konstruktif serta bersinergi dalam mengawal Revisi Undang-undang Cipta Kerja.
Oleh karena itu, Kapolri mendorong agar momentum May Day menjadi ajang bagi para buruh untuk menunjukkan kekompakan perjuangan para buruh.
"Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa buruh dan pengusaha Indonesia kompak. Dengan situasi yang aman dan tertib, kita memberikan ruang bagi investasi untuk masuk ke Indonesia demi kesejahteraan bersama," kata pria yang telah menjadi Kapolri sejak Januari 2021 itu.
(kid/dod/kid)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6

















































