Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Flavio Cobolli menambahkan detail yang tidak biasa di luar lapangan pada kampanyenya di French Open, dengan kabar ia percaya bahwa kamar mandi Rafael Nadal di Roland Garros dapat memberinya keuntungan.
Cerita tersebut memang ringan, tetapi sesuai dengan citra seorang petenis yang digambarkan sebagai sosok yang percaya takhayul selama turnamen.
Hal tersebut juga terjadi selama dua pekan terpenting dalam karier petenis berkebangsaan Italia, di mana ia mencapai semifinal Grand Slam untuk kali pertama dalam kariernya di French Open.
Keyakinan petenis berusia 24 tahun tentang insiden kamar mandi Nadal adalah detail yang memberikan kepribadian pada perjalanan Grand Slam. Hal tersebut seharusnya tidak dianggap sebagai alasan di balik hasil yang diraihnya, karena ia masih harus mengalahkan Felix Auger Aliassime dengan empat set untuk melaju ke babak selanjutnya.
Setelah melaju ke semifinal, ia mengungkapkan rutinitasnya di French Open, menyatakan bahwa ia pergi ke restoran yang sama, menu yang sama, dan kamar mandi yang sama. Menyoroti cerita tentang kamar mandi, ia mengatakan bahwa ia menggunakan kamar mandi yang sama yang digunakan mantan petenis berkebangsaan Spanyol selama 14 tahun di Roland Garros.
“Pekan ini, saya merasa sedikit lebih gila dari pekan-pekan sebelumnya, saya hanya pergi ke restoran yang sama, menu yang sama, kamar mandi yang sama. Sebenarnya, saya rasa saya mengatakan pada konferensi pers pertama bahwa saya menggunakan kamar mandi yang sama dengan Rafa, karena saya punya kenangan dengan kamar mandi itu,” jelas Cobolli.
“Saya mencoba untuk berlama-lama di dalamnya dan ia mengetuk pintu saya dan saya harus bergegas karena ia sedang menunggu saya dan ia mengatakan kepada saya bahwa itu adalah kamar mandi yang ia gunakan sejak 14 musim yang lalu, jadi, saya pikir hal terbaik yang biasa saya lakukan adalah mandi di sana.”
Perbedaan itu penting. Kisah ini bukan bukti keunggulan dalam olahraga, tetapi menunjukkan bagaimana petenis dapat memberikan makna pada rutinitas dan lingkungan di Grand Slam. Tenis membuat petenis sendirian dengan tekanan untuk waktu yang lama. Dalam situasi tersebut, kebiasaan pribadi dapat menjadi bagian dari ritme kompetisi.
Hubungan dengan Nadal sangat penting karena tidak ada petenis lain yang lebih erat hubungannya dengan Roland Garros. Mantan petenis berkebangsaan Spanyol memenangkan 14 gelar dan 112 pertandingan di French Open.
Petenis berkebangsaan Italia telah menunjukkan bahwa ia memahami sejarah tersebut, dengan menyentuh plakat peringatan Nadal selama latihan di Grand Slam tersebut.
Itulah mengapa kisah kamar mandi tersebut lebih dari sekadar kalimat selingan. Kisah tersebut menambah warna pada perjalanan karier petenis unggulan kesepuluh sekaligus menggarisbawahi betapa kuatnya pengaruh Nadal hingga saat ini dalam membentuk Roland Garros.
Sementara itu, Cobolli akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Matteo Arnaldi demi satu tempat di final French Open.
Artikel Tag: rafael nadal, french open, flavio cobolli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/kisah-flavio-cobolli-tentang-rafael-nadal-di-kamar-mandi-roland-garros

2 hours ago
4

















































