Deretan Pegolf Elit Wanita Bidik Gelar Juara U.S. Women’s Open di Riviera

3 hours ago 4

Ligaolahraga.com -

Riviera Country Club siap menjadi pusat perhatian dunia golf wanita saat menjadi tuan rumah U.S. Women’s Open 2026.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, salah satu lapangan golf paling ikonik di Amerika Serikat itu menggelar turnamen major wanita, menghadirkan deretan pegolf terbaik dunia yang siap memperebutkan gelar paling prestisius di olahraga tersebut.

Terletak di kawasan Pacific Palisades, Los Angeles, Riviera dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan Genesis Invitational di PGA Tour dan juga telah ditetapkan sebagai venue cabang golf pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Pegolf nomor satu dunia, Nelly Korda, datang sebagai unggulan utama setelah menjalani awal musim yang luar biasa.

Kemenangan di Chevron Championship membawanya kembali merebut posisi puncak peringkat dunia dari pegolf Thailand, Jeeno Thitikul.

Dalam tujuh turnamen yang telah diikutinya musim ini, Korda mencatat tiga gelar juara, tiga kali finis runner-up, serta satu hasil delapan besar.

Konsistensi tersebut menjadikannya favorit kuat untuk meraih gelar U.S. Women’s Open pertamanya.

"Rasanya luar biasa berada di sini. Tempat ini memiliki sejarah yang sangat besar dan merupakan lokasi yang hebat untuk kami bermain," kata Korda menjelang turnamen.

Meski tampil dominan musim ini, hubungan Korda dengan U.S. Women’s Open tidak selalu berjalan mulus.

Tahun lalu ia finis di posisi kedua, tetapi pada edisi 2024 ia bahkan gagal lolos cut setelah mencatat skor 10 di salah satu hole pada hari pertama.

Kini, pegolf berusia 27 tahun itu kembali membawa ambisi besar untuk menambah koleksi gelar major dalam kariernya.

Namun, Korda bukan satu-satunya kandidat juara. Thitikul juga datang dengan motivasi tinggi untuk mengakhiri penantian gelar major pertamanya.

Meski baru berusia 23 tahun, ia telah mengoleksi sembilan finis 10 besar di turnamen major sejak 2021.

Konsistensi tersebut menunjukkan kualitas permainan Thitikul, meski hingga kini ia masih belum berhasil mengangkat trofi major.

"Saya tidak mengubah pendekatan apa pun. Pelatih saya selalu mengatakan tidak perlu mengubah rutinitas karena perubahan rutinitas bisa mengubah pola pikir," ujar Thitikul.

Juara bertahan Maja Stark juga kembali menjadi sorotan.

Pegolf asal Swedia itu merebut gelar tahun lalu di Erin Hills setelah mempertahankan keunggulan pada putaran final. Namun sejak kemenangan tersebut, Stark belum berhasil memenangkan satu pun turnamen.

Meski demikian, pemain berusia 26 tahun itu tetap percaya diri menghadapi tekanan sebagai juara bertahan.

"Saya mungkin merasakan sedikit lebih banyak tekanan. Tetapi kemudian saya berpikir, seberapa besar peluang untuk menang lagi? Pikiran itu justru membuat tekanan terasa berkurang," kata Stark.

Selain persaingan menuju gelar juara, turnamen tahun ini juga menghadirkan kisah emosional dari Michelle Wie West.

Mantan juara U.S. Women’s Open 2014 itu menjalani salah satu penampilan terakhirnya di ajang yang membesarkan namanya.

Wie West masih memiliki hak exemption untuk tampil dan mengaku sangat spesial bisa bermain di Riviera.

Lokasi tersebut memiliki hubungan dekat dengan keluarganya karena mendiang ayah mertuanya, legenda NBA Jerry West, pernah menjadi anggota klub sekaligus direktur eksekutif Genesis Invitational.

"Fakta bahwa turnamen ini berlangsung di Riviera sangat berarti bagi saya dan keluarga. Rasanya sangat istimewa bisa berada di sini dan bermain di U.S. Women’s Open," ujar Wie West.

Dengan kombinasi lapangan bersejarah, persaingan para bintang dunia, serta sejumlah cerita emosional, U.S. Women’s Open 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel Tag: lpga tour, us women's open, nelly korda

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/deretan-pegolf-elit-wanita-bidik-gelar-juara-us-womens-open-di-riviera

Read Entire Article
Sports | | | |