Ligaolahraga.com -
Serangkaian penampilan gemilang yang baru-baru ini ditunjukkan oleh pemain tunggal putra Eogene Ewe telah memperkuat keyakinan direktur kepelatihan nasional Kenneth Jonassen bahwa pemain muda tersebut layak mendapatkan tempat di skuad Malaysia untuk Asian Games.
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan diselenggarakan di Jepang mulai 19 September hingga 4 Oktober.
Pemain peringkat 72 dunia ini telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan dalam beberapa bulan terakhir, yang ditandai dengan penampilan di semifinal Macau Open pada bulan Juni dan kejutan besar lainnya di Korea Masters pekan lalu.
Kenneth Jonassen mengatakan bahwa pemilihan Eogene Ewe untuk kompetisi tim Asian Games Aichi-Nagoya tidak hanya didasarkan pada hasil turnamen tetapi juga pada kemajuan yang telah dilihat tim pelatih dalam pelatihan.
"Seperti yang saya katakan saat kami melakukan seleksi, kami sudah melihat beberapa hal dan mengikuti prosesnya," kata Jonassen.
"Saya melihat kualitas yang saya sukai dan saya melihat perkembangannya dalam praktik. Mungkin kami belum meraih kemenangan di turnamen, tetapi saya melihat perkembangannya dan itulah mengapa kami percaya bahwa dia memiliki potensi untuk sukses di masa depan."
"Asian Games kali ini memang agak terlalu awal, tetapi ini adalah pengalaman belajar yang kami sukai dan itulah mengapa kami mencalonkannya."
Pemain berusia 21 tahun itu meraih hasil terbaiknya musim ini di Macau Open, di mana ia mencapai semifinal sebelum kalah dari mantan juara dunia junior Hu Zhe An dari Tiongkok.
Rentetan kemenangannya termasuk mengalahkan pemain Hong Kong peringkat 31 dunia Jason Gunawan, rekan senegaranya dan petenis peringkat 62 dunia Cheam June Wei, serta petenis Singapura peringkat 33 dunia Jason Teh.
Eogene Ewe kemudian menggarisbawahi kepercayaan dirinya yang semakin meningkat di Korea Masters dengan mengejutkan mantan juara All England, Lee Zii Jia, yang berada di peringkat ke-56 dunia, di babak pertama.
Kenneth Jonassen yakin hasil tersebut adalah penghargaan atas sikap dan kemauan anak muda itu untuk terus berkembang.
"Eogene Ewe adalah pemain yang pekerja keras, sangat rendah hati, rajin belajar, dan sangat ingin meningkatkan kemampuannya," kata pelatih asal Denmark itu.
"Dia sangat pandai mengikuti rencana permainan secara keseluruhan, tetapi tentu saja dia masih muda, yang berarti terkadang ada emosi dan dia masih memiliki banyak hal untuk dipelajari."
"Saya rasa tidak ada sesuatu pun yang didapatkan tanpa usaha, dan dia jelas telah bekerja keras untuk mendapatkan ini."
Namun, Kenneth Jonassen enggan menetapkan jangka waktu kapan Eogene Ewe akan memantapkan dirinya di antara pemain-pemain terkemuka dunia.
Ia menekankan bahwa perkembangan di nomor tunggal putra tidak bisa terburu-buru, terutama dalam hal kedewasaan, mengatasi tekanan, dan beradaptasi dengan ekspektasi berbeda yang muncul seiring dengan menjadi pemain berperingkat lebih tinggi.
"Saat ini, cukup sering kami bertanding sebagai tim yang tidak diunggulkan, dan itu adalah perasaan yang menyenangkan," katanya.
"Tapi tiba-tiba akan ada pertandingan di mana kami datang dan peluangnya 50-50, atau mungkin kami menjadi favorit."
"Itu adalah jenis emosi yang sama sekali berbeda dan dibutuhkan pengalaman untuk mengatasinya."
Artikel Tag: kenneth jonassen, eogene ewe, asian games 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/kenneth-jonassen-dukung-eogene-ewe-tampil-di-asian-games-2026

1 hour ago
4

















































