Kematian Eks Istri Polisi di Medan, Polisi Ungkap Posisi Jasad-Senpi

4 hours ago 3

Medan, CNN Indonesia --

L perempuan berusia 30 ditemukan meninggal dunia setelah diduga menembak kepalanya menggunakan senjata api milik mantan suaminya Bripda IH di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (2/8).

Peristiwa dugaan mengakhiri hidup sendiri itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkap, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan berada di dalam kamar mandi dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua saksi yakni IH dan M anak mereka berada di luar kamar mandi. Posisi korban dikunci dari dalam. Dan posisi terakhir mayat korban mohon maaf itu menutupi, menyender ke dalam ke pintu. Dugaan awal kami menyimpulkan itu adalah bunuh diri," ucap Calvijn di Mapolrestabes Medan, Kamis (6/8).

Terkait posisi senjata api, Calvijn menjelaskan bahwa saat petugas tiba di lokasi, senjata tersebut sudah berada di luar kamar mandi. Namun, berdasarkan keterangan Bripda IH, senjata itu sebelumnya berada di tangan korban dan sempat diambil oleh Bripda IH setelah kejadian.

"Kemarin sudah saya jelaskan senjata api itu berdasarkan pada saat di TKP itu sudah berada di luar kamar mandi. Dan pada saat itu berada terakhir diambil oleh saksi IH persis berada di tangannya korban," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, tambah Calvijn, ditemukan bekas luka lama pada tangan korban. Namun, Calvijn menegaskan luka tersebut bukan merupakan luka baru yang terjadi menjelang kematian korban.

"Bekas luka lama yang waktunya bukan baru-baru ini. Namun demikian, tim kami sudah mendalami terkait dengan luka lama tersebut. Tim kami sudah mengetahui tempat kejadiannya di mana, dan sudah mengetahui saksi-saksi yang melihat langsung kejadian itu," paparnya.

"Kami melihat bahwa termasuk yang sangat sensitif, tetapi bisa secara tegas saya sampaikan supaya tidak simpang siur, luka lama yang ada di sayatan lengan pergelangan kirinya itu dilakukan oleh korban itu sendiri," kata Calvijn.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumut, Kombes Rio Nababan menambahkan dalam perkara ini, tim dari Labfor telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga hal yang pertama itu adalah orang, kemudian yang kedua itu pakaian, dan yang ketiga itu adalah senjata api.

"Untuk yang orang, yang kami periksakan itu ada dua. Yang pertama adalah saksi atas nama IH, yang kedua adalah korban itu sendiri. Yang kami periksakan terhadap dua orang ini adalah melakukan uji swab dalam bentuk olesan yang kita periksa di mikroskop," urainya.

Tim melakukan uji swab atau pengambilan sampel usapan pada tubuh korban dan Bripda IH guna mencari keberadaan Gunshot Residue (GSR) atau residu tembakan. GSR merupakan partikel mikroskopis yang muncul akibat pembakaran amunisi saat senjata api ditembakkan. Partikel tersebut dapat menempel pada tangan, tubuh, pakaian maupun benda-benda di sekitar lokasi penembakan.

GSR--kalau istilah awamnya--adalah jejak tembakan. Kalau seseorang menembakkan senjata api, kemudian amunisi itu terbakar, menghasilkan gas tinggi, mengakibatkan lontaran-lontaran partikel mikroskopis yang akan melekat di tangan, di tubuh, di pakaian, dan juga benda-benda di sekitarnya," urainya.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada tubuh korban dan saksi, tetapi juga terhadap pakaian yang dikenakan keduanya saat kejadian. Hasilnya, pakaian milik Bripda IH dinyatakan negatif dari jejak tembakan.

"Yang pertama untuk suami, kami nyatakan negatif. Tidak ada jejak tembakan sama sekali di tubuhnya. Yang kedua, untuk yang di korban, itu ada jejak yang berada di tangan sebelah kanan dan juga di sekitar leher," sebutnya.

Tim Labfor turut memeriksa senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Senjata itu diketahui merupakan revolver kaliber 38. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan proyektil yang ditemukan di tubuh korban dengan hasil uji tembak menggunakan senjata yang sama serta amunisi yang tersisa di dalam chamber revolver.

"Untuk senjata api tersebut adalah jenis revolver kaliber 38, di mana tembakan kami lakukan untuk mengambil sampel terhadap senjata yang sama dan amunisi yang ada sisa di dalam selongsongnya, di dalam chamber-nya. Kami bandingkan dengan yang sudah dilakukan pengambilan proyektil yang ada di tubuh korban. Hasilnya identik bahwa proyektil yang ada di dalam tubuh korban tersebut berasal dari senjata yang diperiksakan oleh penyidik kepada kami," kata dia.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

(fnr/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |