Kasus Kepsek Larang Siswi di Tana Toraja Pakai Jilbab Berakhir Damai

8 hours ago 2

Makassar, CNN Indonesia --

Kasus Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang melarang siswi mengenakan jilbab di area sekolah berakhir damai. 

Kepsek SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Naomi menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka di hadapan orang tua, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama serta Kepala Dinas Pendidikan Toraja.

"Saya mohon maaf kepada orang tua siswa dan juga kepada siswa saya. Sekali lagi saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari masalah," kata Naomi, Jumat (31/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Naomi berjanji tidak akan mengulang perbuatannya dan memastikan kejadian seperti itu tidak akan terulang kembali.

"Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya tidak akan bercanda seperti itu lagi," ujarnya.

Pemeriksaan tetap jalan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Andarias Lebang mengatakan bahwa kepsek tersebut tetap akan menjalani pemeriksaan sebagai ASN, meski telah menyampaikan permintaan maafnya dan diproses sesuai aturan apabila terbukti melanggar ketentuan.

"Yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maafnya, tapi bukan berarti proses selesai disini. Kepsek sebagai PNS tetap memiliki mekanisme kepegawaian yang harus dijalani sesuai ketentuan yang berlaku," kata Andarias.

Andarias memastikan bahwa proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Bonggakaradeng tetap berjalan dengan normal dan mengingatkan tidak terjadi lagi perundungan atau bullying terhadap siswi maupun pihak lainnya akibat kejadian itu.

"Kejadian ini harus menjadi pembelajaran semua pihak agar tidak terulang kembali," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan FKUB Tana Toraja, Pdt Yakob Sampe Rante mengatakan Tana Toraja merupakan daerah yang dikenal memiliki nilai toleransi yang tinggi, sehingga masyarakat harus tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Toraja dikenal sebagai miniatur Indonesia. Karena itu, nilai-nilai toleransi harus tetap dijaga, termasuk di lingkungan pendidikan agar seluruh anak dapat belajar dengan aman dan nyaman," kata Yakob.

(mir/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |