Ligaolahraga.com -
Birmingham - Jika Chen Tang Jie / Toh Ee Wei ingin mewujudkan mimpi All England mereka pada hari Minggu ini, mereka hampir pasti harus mendaki apa yang banyak orang sebut sebagai "Tembok Besar China".
Setelah meraih kemenangan di Indonesia Masters beberapa minggu lalu, pasangan peringkat 4 dunia ini tiba di Birmingham dengan penuh percaya diri saat mereka berupaya menambahkan gelar All England ke gelar dunia yang mereka raih Agustus lalu.
Namun sejarah menunjukkan bahwa rintangan terbesar mereka tetaplah kedalaman persenjataan Tiongkok yang tangguh.
Agar Tang Jie / Ee Wei menjadi pasangan ganda campuran Malaysia pertama yang mengangkat gelar All England, mereka mungkin harus mengalahkan pasangan peringkat 1 dunia Feng Yan Zhe-Huang Dong Ping dan pasangan peringkat 2 dunia Jiang Zhen Bang-Wei Ya Xin.
Pasangan Malaysia telah membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan kedua pasangan tersebut, tetapi angka-angka masih menguntungkan pasangan Tiongkok — tertinggal 7-3 melawan Yan Zhe-Dong Ping dan 5-3 melawan Zhen Bang-Ya Xin.
Hasil undian tidak menguntungkan mereka. Sebagai unggulan keempat, Tang Jie / Ee Wei berada di paruh yang sama dengan unggulan teratas Yan Zhe-Dong Ping, sehingga berpotensi terjadi pertarungan di semifinal.
Jika mereka berhasil melewati rintangan itu — mengulangi kemenangan semifinal China Open tahun lalu — pertarungan perebutan gelar melawan unggulan kedua Zhen Bang-Ya Xin mungkin akan menanti mereka.
Pertemuan terakhir mereka dengan Yan Zhe-Dong Ping berakhir dengan kekalahan tipis 21-18, 26-24 di World Tour Finals, tetapi mereka mendapatkan keuntungan psikologis pada bulan Januari ketika mereka mengalahkan Zhen Bang-Ya Xin di final Indonesia Masters.
Ee Wei tahu bahwa mengalahkan tim Tiongkok membutuhkan sesuatu yang luar biasa.
"Saat melawan mereka, kita harus selalu tampil maksimal. Kita tidak bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Di peringkat 10 besar, ada empat atau lima pasangan Tiongkok. Mereka berlatih bersama dan intensitasnya sangat tinggi. Kita perlu menghasilkan sesuatu yang luar biasa," katanya di acara Badminton Unlimited di BWF TV.
Rasa hormat itu berlaku dua arah.
Ya Xin mengakui kombinasi serangan para pemain Malaysia, menunjuk pada kontrol bola yang tajam dari Ee Wei yang menciptakan peluang bagi Tang Jie untuk melepaskan kekuatannya.
"Saya merasa permainan net Ee Wei sangat luar biasa. Dia menciptakan peluang bagi Tang Jie untuk menyerang," kata Ya Xin, yang kalah dari pasangan Malaysia di final Kejuaraan Dunia tahun lalu.
Dong Ping juga menyebut Tang Jie-Ee Wei sebagai salah satu penantang utama musim ini.
"Untuk tahun ini, saya rasa pasangan Thailand bukanlah satu-satunya lawan kita. Ada juga Tang Jie-Ee Wei dari Malaysia dan beberapa pasangan Eropa yang perlu kita perhatikan," katanya, merujuk pada pasangan peringkat 3 dunia Dechapol Puavaranukroh-Supissara Paewsampran.
Pasangan Tang Jie-Ee Wei memulai kampanye mereka melawan pasangan Denmark peringkat 29 dunia, Rasmus Espersen-Amalie Kudsk, dan diperkirakan akan melaju kecuali terjadi kejutan.
Turut beraksi adalah Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin dan Jimmy Wong/Lai Pei Jing.
Jimmy-Pei Jing menghadapi pertandingan pembuka yang sulit melawan Ye Hong Wei-Nicole Gonzales Chan, yang mengalahkan mereka di Kumamoto Masters Oktober lalu.
Potensi bentrok sesama tim Malaysia di babak 16 besar melawan Tang Jie-Ee Wei dapat menjamin tempat di perempat final bagi negara tersebut.
Pang Ron-Su Yin akan membuka pertandingan melawan Dhruv Kapila-Tanisha Crasto dari India, dengan rekor pertemuan mereka imbang.
Artikel Tag: huang dongping, chen tang jie, toh ee wei, wei ya xin, all england 2026, jiang zhen bang
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/jika-ingin-menangi-all-england-juara-dunia-tang-jieee-wei-harus-bisa-tembus-tembok-china

7 hours ago
2

















































