Jelang French Open, Iga Swiatek Deklarasikan Bahwa Petenis Bukan ‘Budak’

6 hours ago 2

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Iga Swiatek mengatakan ia siap untuk 'berjuang di setiap pertandingan' di French Open musim 2026 sekaligus menanggapi kritik atas pengunduran diri beberapa waktu lalu dengan menegaskan bahwa para petenis 'bukan budak' yang harus dihukum.

12 bulan lalu, petenis berkebangsaan Polandia tiba di Paris dengan target memenangkan gelar French Open keempat secara beruntun dan kesempatan untuk bergabung dengan Suzanne Lenglen (1920 – 1923) sebagai satu-satunya petenis putri yang mencapai prestasi tersebut, setelah sebelumnya ia mengangkat trofi kemenangan pada musim 2022, 2023, dan 2024.

Kali ini, mantan petenis peringkat 1 dunia memasuki Grand Slam di Paris setelah melalui musim yang tidak konsisten di mana dia belum mencapai final.

Di turnamen terakhirnya, Italian Open, ia lolos ke semifinal pertama pada musim ini setelah mengklaim kemenangan telak atas petenis AS, Jessica Pegula di perempatfinal. Ia kemudian kalah tiga set dari petenis berkebangsaan Ukraina, Elina Svitolina di semifinal setelah memperlihatkan penampilan yang penuh kesalahan di set pertama dan ketiga.

Sementara mantan petenis peringkat 1 dunia akan memulai kampanyenya di French Open dengan melawan petenis berkebangsaan Australia, Emerson Jones, sebelum menghadapi petenis berkebangsaan Ceko, Sara Bejlek atau qualifier di babak kedua.

Namun, Jelena Ostapenko diprediksi akan menunggunya di babak ketiga, dengan petenis berkebangsaan Latvia unggul dengan 6-0 dalam head to head mereka.

“Saya rasa saya akan mendapatkan pengalaman berharga dari Roma musim ini dan seperti umpan balik positif juga setelah pertandingan,” ungkap Swiatek.

“Dan saya juga berkesempatan bermain di bawah tekanan, saya juga berkesempatan memainkan pertandingan singkat. Saya merasakan getaran pertandingan. Saya sudah berada dalam ritme pertandingan, yang sangat bagus dibandingkan musim lalu.”

“Namun tetap saja, ini adalah turnamen yang benar-benar berbeda dengan kondisi yang berbeda saat ini, terutama dengan cuaca panas. Jadi, anda perlu bersikap rendah hati dan mulai menyadari bahwa anda bersedia berjuang untuk setiap pertandingan.”

Kemudian dalam konferensi persnya, ia juga diminta untuk menanggapi kritik dari Salah Tahlak, direktur turnamen di Dubai, menyusul pengunduran diri sang petenis pada bulan Februari musim ini.

Petenis berkebangsaan Polandia bersama Aryna Sabalenka mengundurkan diri dari turnamen di Dubai hanya satu hari sebelum pengundian dilakukan – sebuah langkah yang memicu komentar-komentar tersebut.

Berdasarkan aturan WTA, petenis dapat dikenakan denda karena mengundurkan diri dari turnamen wajib, sementara penalti peringkat juga dapat diterapkan dalam keadaan tertentu. Tetapi, Tahlak menyerukan hukuman yang lebih berat untuk pengunduran diri yang terlambat, dengan alasan bahwa denda finansial bukan pencegahan yang cukup.

“Saya rasa mereka seharusnya mengurangi poin dari para petenis, denda uang tidak akan membantu,” tukas Swiatek. “Bermusim-musim yang lalu, Serena Williams mengundurkan diri dan didenda $100.000. Tetapi apa artinya $100.000? Ia akan bermain di tempat lain dan menghasilkan $1.000.000. Jadi, denda itu bukan masalah besar.”

Namun, petenis berusia 24 tahun menolak gagasan tersebut, dengan menegaskan bahwa petenis tidak boleh dipaksa untuk berkompetisi ketika tidak fit atau siap.

“Saya tidak mendengarnya. Saya mendengar tentang keluhan-keluhan itu, tetapi saya tidak mendengar tentang hukumannya, mungkin karena itu agak konyol,” tutur Swiatek.

“Ya, kita berhak untuk mengundurkan diri kapan pun kita mau, jadi jujur ​​saja, saya tidak melihat masalahnya. Jika kita tidak fit atau kita merasa ini bukan waktu yang tepat bagi kita untuk bermain di turnamen, apakah kita budak? Kita diizinkan untuk memutuskan. Saya tidak melihat masalahnya.”

Artikel Tag: french open, italian open, aryna sabalenka, iga swiatek

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/jelang-french-open-iga-swiatek-deklarasikan-bahwa-petenis-bukan-budak

Read Entire Article
Sports | | | |