Ligaolahraga.com -
Berita Liga Inggris: Rayan akan memulai musim baru bersama Bournemouth dengan keyakinan bahwa dirinya sudah menjadi pemain yang berbeda setelah tampil di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 20 tahun itu merasa pengalaman bersama Brasil telah membuatnya lebih matang, sekaligus meningkatkan ekspektasi yang harus dihadapinya di level klub.
Rayan sebelumnya menjalani musim pertama yang menjanjikan di Premier League setelah pindah dari Vasco da Gama. Ia mencetak lima gol dan memberikan dua assist dalam 15 penampilan sepanjang musim 2025/26. Kontribusi tersebut membantu Bournemouth finis di posisi keenam dan mengamankan tiket tampil di Liga Europa.
Kini, pengalaman bermain di Piala Dunia membuat status Rayan berubah. Ia menyadari perhatian terhadap dirinya meningkat setelah tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia, termasuk dari lingkungan internal Bournemouth. Manajer Marco Rose bahkan telah berbicara langsung dengan sang pemain mengenai tanggung jawab yang akan meningkat musim ini.
"Kedewasaan," jawab Rayan ketika ditanya apa yang diberikan Piala Dunia kepadanya dalam wawancara dengan ESPN Brasil. "Saya berusia 19 tahun ketika bermain di Piala Dunia. Saya berusia 20 tahun pada 3 Agustus. Itu adalah momen yang sangat membahagiakan."
Setelah mendapatkan kesempatan menjadi starter dan tampil lebih banyak bersama Brasil, Rayan merasa berkembang secara mental. Bahkan kekalahan dari Norwegia di Piala Dunia disebut memberikan pelajaran penting yang membuatnya kembali ke klub dengan persiapan lebih baik untuk menjalani musim baru.
"Setelah saya menjadi starter dan mulai bermain, saya menjadi jauh lebih matang. Bahkan setelah kekalahan dari Norwegia, saya keluar dari turnamen dengan lebih siap. Saya datang ke sini dengan keinginan untuk memulai dan mengakhiri musim dengan baik," ujarnya.
Rayan juga memahami bahwa penampilan di Piala Dunia membuat pemain mendapatkan perhatian berbeda. Menurutnya, tampil di turnamen tersebut memberikan bobot lebih besar terhadap reputasi seorang pemain sekaligus meningkatkan tuntutan dari suporter dan klub yang dibelanya.
"Setelah Piala Dunia, orang-orang melihat Anda secara berbeda. Piala Dunia memberikan bobot lebih kepada seorang pemain. Sekarang saya harus memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Rayan.
Rose tampaknya ingin mengelola perkembangan tersebut dengan hati-hati. Rayan mengatakan manajer Bournemouth sering berbicara dengannya dan tetap menyadari bahwa dirinya baru berusia 20 tahun. Namun, keduanya memahami bahwa pengalaman di Piala Dunia telah mengubah situasi yang dihadapi sang pemain.
"Dia sering berbicara dengan saya. Dia tahu saya baru berusia 20 tahun, tetapi dia memahami bahwa Piala Dunia mengubah banyak hal. Saya juga memiliki Tiago Pinto, direktur asal Portugal, yang banyak membantu saya," ungkap Rayan.
Bournemouth sendiri memasuki musim baru dengan target lebih tinggi setelah keberhasilan finis keenam musim lalu. Rayan ingin timnya kembali bersaing untuk mendapatkan tiket kompetisi Eropa, tetapi ia menyadari semuanya harus dimulai dengan performa konsisten sejak pertandingan pertama.
"Tujuan kami adalah menjalani musim yang lebih baik daripada musim lalu. Kami bekerja untuk itu. Kami ingin kembali bersaing di kompetisi Eropa. Yang penting adalah memulai dengan baik, mengakhirinya dengan baik, dan mendapatkan sebanyak mungkin poin," tegas Rayan.
Artikel Tag: bournemouth, premier league, rayan
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/rayan-siap-hadapi-musim-baru-bournemouth-dengan-mentalitas-berbeda

1 hour ago
2

















































