Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - David Benavidez dan Jai Opetaia telah membuka peluang untuk bertemu di atas ring pada 2027. Jika duel tersebut terealisasi, Teddy Atlas melihat ada satu keunggulan utama Benavidez yang dapat menyulitkan sang petinju Australia.
Benavidez sebelumnya telah menyatakan Opetaia sebagai lawan yang layak untuk dihadapi pada akhir pekan Cinco de Mayo. Namun, sebelum memikirkan duel tersebut, Benavidez masih harus menjalani pertarungan penting melawan juara WBC kelas penjelajah Michal Cieslak pada 12 Desember 2026.
Pertarungan tersebut menjadi bagian dari rencana Benavidez untuk menyatukan gelar kelas penjelajah. Ia sebelumnya merebut sabuk WBA dan WBO setelah menghentikan Gilberto Ramirez pada ronde keenam.
Sementara itu, Opetaia baru saja mengalahkan Noel Mikaelian melalui penghentian pada ronde kesembilan. Hasil tersebut membuat gelar WBC kelas penjelajah kosong dan Cieslak kemudian dinaikkan statusnya dari juara interim menjadi juara dunia penuh.
Jika Benavidez mampu melewati Cieslak dan Opetaia mempertahankan posisinya sebagai salah satu penguasa divisi, duel keduanya akan menjadi pertarungan antara dua juara yang belum terkalahkan.
Atlas menilai kecepatan tangan Benavidez menjadi salah satu faktor yang dapat membedakan pertarungan tersebut. Dalam analisis di kanal YouTube miliknya, ia juga menyoroti kemampuan Benavidez melepaskan kombinasi pukulan dalam jumlah besar.
“Dia memiliki tangan yang lebih cepat, dan menurut saya itu adalah salah satu keunggulannya. Dia juga punya kekuatan, sama seperti Opetaia. Dia juga seorang petarung sejati, sama seperti Opetaia,” ujar Atlas.
Menurut Atlas, kemampuan Benavidez menyerang secara bertubi tubi dapat membuat Opetaia kesulitan mengontrol ritme pertarungan.
“Benavidez adalah petarung yang melepaskan pukulan dengan kecepatan dan kekuatan, lalu melancarkannya secara beruntun. Itu bisa menjadi masalah,” lanjutnya.
Atlas memperkirakan Opetaia mungkin perlu mencari cara untuk memberikan kerusakan lebih awal agar volume pukulan Benavidez berkurang.
“Opetaia mungkin harus melukainya untuk memperlambatnya dan kemudian memenangkan pertarungan melalui angka. Sulit membayangkan Opetaia bisa mengunggulinya dalam hal volume pukulan,” katanya.
Meski demikian, Opetaia memiliki keunggulan lain yang tidak boleh diabaikan. Petinju Australia tersebut secara alami lebih besar dan memiliki pengalaman panjang bertarung di kelas penjelajah.
Karena itu, jika duel David Benavidez vs Jai Opetaia benar benar terwujud, pertarungan tersebut tidak hanya akan menjadi adu kekuatan. Kemampuan Opetaia memanfaatkan ukuran tubuh dan mencari cara untuk mengurangi efektivitas kombinasi Benavidez akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jalannya pertandingan.
Artikel Tag: david benavidez, kelas penjelajah, teddy atlas, jai opetaia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/jai-opetaia-wajib-waspada-ini-senjata-berbahaya-david-benavidez

2 hours ago
2

















































